10 Ciri Ciri Manusia Purba Pithecanthropus Erectus

Ciri-Ciri Pithecanthropus Erectus – Nama manusia purba ini berasal dari tiga kata, yaitu pithecos yang berarti kera, anthropus yang berarti manusia, dan erectus yang berarti tegak. Jadi Pithecanthropus Erectus berarti “manusia kera yang berjalan tegak”.

Nama sebutan itu didasarkan pada fosil yang ditemukan. Penemuan ini berupa tulang paha yang lebih besar dibandingkan tulang lengan. Demikian juga volume otaknya lebih besar dari pada kera, tetapi lebih kecil dari pada manusia. Fosil ini ditemukan oleh seorang ahli purbakala dari negara Belanda yang bernama Eugene Dudois.

Fosil manusia purba ini ditemukan di Desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur tahun 1891. Fosil sejenis juga ditemukan di Desa Jetis Mojokerto di lembah Kali Brantas tahun 1936. Karena temuan itu berupa fosil anak-anak, oleh Weidenreich dinamakan Pithecanthropus Robustus. Von Koenigswald menamakannya Pithecanthropus Mojokertensis, karena ditemukan di Mojokerto.

Ciri-Ciri Pithecanthropus Erectus

Manusia purba Pithecanthropus Erectus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Hidup antara 2,5 juta hingga 150 ribu tahun yang lalu.
  2. Berjalan tegak dan berbadan kekar, tapi tidak setegap Magantropus.
  3. Tinggi badan pithecanthropus erectus sekitar 165-180 cm.
  4. Memiliki muka datar dengan tulang alis besar
  5. Memiliki geraham besar dan Mempunyai rahang yang kuat.
  6. Hidung lebar tetapi tidak mempunyai dagu.
  7. Memiliki volume atau kapasitas otak sekitar 900 cm kubik
  8. Bentuk tengkorak kepala atas datar dan bagian belakang lancip
  9. Bagian kening menonjol.
  10. Pemakan tumbuhan dan hasil hewan buruan.

Homo erectus (nama lama Pithecantropus erectus) adalah spesies manusia yang hidup dari 2,5 juta tahun yang lalu hingga 150 ribu tahunan yang lalu. Spesies ini ditemukan pertama kali oleh ilmuwan Belanda, Eugene Dubois pada tahun 1891 di lembah sungai Bengawan Solo.

Dari penemuan-penemuan berikutnya diketahui bahwa spesies Homo erectus juga tingal di Afrika, Turki, Georgia, Syria, India, Sri Lanka dan China. Karena fosil ini memiliki kemiripan dengan manusia dan kera, maka Eugene DuBois menamakannya “Pithecanthropus erectus” yang berarti “Kera-Manusia yang Berjalan Tegak”.

Eugene DuBois menamakan fosil ini demkian karena ciri-cirinya dianggap peralihan antara manusia dan kera. Misalnya, ukuran kranium (batok kepala) tempat otak memiliki ukuran lebih besar dari kera, tetapi lebih kecil dari manusia. Sementara bentuk kepala bagian depan juga memiliki kemiripan dengan kera, yaitu bagian kepala atas yang datar, bagian rahang yang tidak berdagu dan tulang alis yang besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *