20 Peninggalan Kerajaan Mataram Islam di Indonesia

555

Peninggalan Kerajaan Mataram Islam – Kerajaan mataran islam ini berawal dari sebuah kadipaten di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang, yang berada di Bumi Mentaok yang diberikan kepada ki Ageng Pemanahan oleh Raja Pajang sebagai hadiah atas jasanya mengalahkan arya penangsang dari Jipang.

Ki Ageng pemanahan sebagai bupati di Mataram ia mempunyai seorang anak yang bernama Sutawijaya, Sutawijaya sendiri merupakan yang membunuh arya panangsang yang sangat berbakat di bidang militer. Ia kemudian diangkat menjadi anak angkat Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) dan dia dijadikan saudara dengan putra mahkota yaitu Pangeran Benawa.

Pada tahun 1575 M, Ki Ageng Pemanahan Wafat. Kemudian Raja Pajang kemudian mengangkat Sutawijaya sebagai bupati Mataram menggantikan ayahnya. Dibawah kepemimpinannya, mataram semakin berkembang pesat.

Di tahun 1582, Raja Pajang meninggal dunia. Arya Panggiri yang saat itu menjadi adipati di Demak merebut Pajang. Putra Sultan Hadiwijaya yang bersama pangeran Benawa dapat ia singkirkan. Kemudian, Arya Panggiri naik takhta menjadi Raja Pajang untuk melanjutkan darah dari keturunan Demak. Dalam masa kepemimpinan Arya Panggiri, ia kurang disukai oleh rakyat Pajang. Melihat hal tersbeut, pangeran benawa berniat untuk merebut kembali kekuasannya. Dengan bantuan dari Bupati mataram, yaitu Sutawijaya, Arya Panggiri bisa dikalahkan.

Kemudian di tahun 1586 M, Pajang diambil alih oleh Sutawijaya karena tidak ada putra mahkota yang menggantikan kepemimpinan pangeran benawa dan pusat pemerintahan Pajang kemudian dipindahkan ke Matram. Pemindahan pusat pemerintahan dari Pajang ke Mataram sekaligus menandai berdirinya Kesultanan Matarm.

Sejak berdiri hingga keruntuhan kerajaan Mataram Islam akibat dari campur tangannya VOC, Kerajaan Mataram meninggalkan beberapa benda, kerajinan, candi, dan bangunan kuno yang masih ada hingga saat ini. Berikut peninggalan lengkap dari kerajaan Mataram Islam di Indonesia.

Peninggalan Kerajaan Mataram Islam di Indonesia

  1. Puing-puing candi Hindu dan Budha di aliran sungai Opak serta aliran sungai Progo
  2. Batu Datar, yang berada di Lipura letaknya tidak jauh di barat daya kota Yogyakarta
  3. Pakaian Kiai Gundil atau yang lebih dikenal dengan Kiai Antakusuma
  4. Sastra Ghending, Karya Dari Sultan Agung
  5. Tahun Saka
  6. Kerajinan Perak
  7. Sastra Ghending Karya Dari Sultan Agung
  8. Masjid Agung Negara, yang dibangun pada tahun 1763 oleh PB III
  9. Kalang Obong, Yang Merupakan Tradisi Kematian Orang Kalang, Yakni Dengan membakar Peninggalan Orang Yang Meninggal.
  10. Kue Kipo, Yang Merupakan Makanan Khas Masyarakat Kotagede, Makanan Ini Telah Ada Sejak Jaman Kerajaan.
  11. Pertapaan Kembang Lampir, Yang Merupakan Tempat Ki Ageng Pemanahan Pernah bertapa Untuk Mendapatkan Wahyu Kerajaan Mataram
  12. Segara Wana Serta Syuh Brata, Yang Merupakan Meriam- Meriam Yang Diberikan Oleh Belanda atas perjanjiannya dengan Kerjaan Mataram saat kepemimpinan Sultan Agung.
  13. Masjid Jami Pakuncen, yang didirikan oleh sunan Amangkurat I
  14. Gapura Makam Kota Gede,yang merupakan perpaduan dari corak hindu dan islam.
  15. Masjid yang berada di Makam Kota Gede.
  16. Gapura Makam Kota Gede, Yang Merupakan Perpaduan Dari Corak Hindu Dan Islam.
  17. Bangsal Duda
  18. Rumah Kalang
  19. Pasar Legi Kotagede
  20. Makam dari Raja-Raja Mataram yang berlokasi di Imogiri, Bantul

Nah, itulah 20 peninggalan dari kerajaan Mataram yang masih bisa dijumpai di sekitar daerah Istimewa Yogyakarta. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai sejarah kerajaan Mataram dan juga bukti peninggalan kerajaan Mataram, sekian dan semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here