7 Alasan mengapa rakyat Indonesia mudah menerima ajaran Hindu Budha

67

Agama yang pertama kali masuk ke Indonesia dan dianut oleh masyarakat Indonesia adalah agam Hindu-Budha. Sebelum masuknya agam tersebut, masyarakat Indonesia masih menganut sistem kepercayaan, yaitu Animisme dan Dinamisme. Masuknya agama Hindu-Budha ke Indonesia juga tidak terlepas dari wilayah Indonesia yang strategis, dimana Indonesia sejak dulu sudah dilalui jalur perdagangan atara China dan India.

Proses masuknya agama Hindu-Budha memiliki banyak sekali teori, mungkin yang paling mendekati adalah teori mengenai para pedagang yang membawa agama Hindu-Budha masuk ke Indonesia, terutama bagi para pedagang dari India. Para pedagang tersebut menyebarkan agama Hindu-Budha ke Indonesia mungkin melihat sistem kepercayaan di Indonesia mirip dengan agama Hindu-Budha.

Lalu mengapa rakyat Indonesia cukup mudah menerima ajaran agama Hindu-Budha yang masuk ke Indonesia. Berikut faktor utama kenapa rakyat Indonesia bisa mudah menerima ajaran Hindu-Budha.

1. Rakyat Indonesia belum mengenal agama

Sebelum masuknya agama Hindu-Budha ke Indonesia, Indonesia masih menganut sistem kepercayaan yang bukan termasuk agama. Sistem kepercayaan tersebut adalah animisme dan dinamisme. Animisme adalah Animisme adalah suatu kepercayaan yang menyakini bahwa segala sesuatu memiliki jiwa/roh, sedangkan Dinamisme adalah suatu kepercayaan yang menyakini bahwa setiap benda (baik mati maupun hidup) mempunyai kekuatan atau daya yang sifatnya gaib.

Oleh karena itulah, kenapa ajaran agama Hindu dan Budha mudah diterima oleh masyarakat Indonesia kala itu, karena belum mengenai agama dan masih menganut sistem kepercayaan dari nenek moyang.

2. Sifat dasar rakyat Indonesia yang terbuka

Sifat terbuka dan ramah tamah orang Indonesia sudah ada sejak dulu kala, dan dulu rakyat Indonesia cukup terbuka dalam menyambut para pedagang dan orang asing yang masuk ke Indonesia. Oleh karena itulah, ajaran agama yang dibawa oleh tokoh-tokoh Hindu-Budha dari luar Indonesia bisa mudah diterima ajarannya oleh masyarakat Indonesia.

3. Agama Hindu Budha memiliki kultur yang hampir mirip dengan kepercayaan awal masyarakat

Kultur budaya agama Hindu dan Budha pada kenyataannya memiliki beberapa kemiripan dengan kultur kepercayaan animisme dan dinamisme masyarakat Indonesia kala itu. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kemiripan dari bangunan punden berundak yang memiliki bentuk bangunan suci agama budha yang dipergunakan sebagai tempat peribadatan, kemiripan dari upacara keagamaan, hingga kepercayaan yang sama terhadap kehidupan setelah mati.

Dikarenakan kesamaan dalam kultur budaya yang terjalin antara ajaran Hindu Budha dengan kepercayaan masyarakat lokal, membuat penyebaran agama ini menjadi semakin mudah dan bisa dengan baik diterima.

4. Pengaruh Para Raja atau Penguasa

Pengaruh raja atau penguasa di indonesia menjadi faktor penting dalam berkembangnya agama Hindu-Budha di Indonesia, dan menjadi alasan yang kuat mengapa rakyat Indonesia mudah menerima ajaran agama Hindu-Budha.

Dalam sudut pandang orang dulu, penguasa atau raja merupakan orang yang paling dihormati. Sehingga jika penguasa tersebut menganut agaman Hindu atau Budha tentulah rakyatnya akan mengikuti apa yang dilakukan oleh penguasanya.

5. Tidak ada Unsur Paksaan

Alasan lain mengapa ajaran Hindu-Budha bisa mudah ditrima oleh rakyat indonesia karena tidak unsur pemaksaan untuk menganut agama Hindu-Buddha adalah anggapan bahwa seseorang  tidak dapat menjadi Hindu, tetapi seseorang itu lahir sebagai Hindu.

Anggapan inilah yang membuat para Brahmana agama Hindu tidak terbebani dalam menyebarkan agama Hindu di Indonesia. Jadi, orang-orang  Indonesia yang pasti pada mulanya tidak dilahirkan sebagai  Hindu dapat beragama Hindu.

6. Sistem Pemerintahan dalam Rakyat

Orang Indonesia telah memilih salah seorang anggota masyarakat sebagai kepala suku, yang dianggap sebagai wakil dari nenek moyang. Ketika agama Hindu masuk ke Indonesia, meski sistem pemerintahan berubah dengan dipimpin suatu kelompok masyarakat oleh seorang raja, perubahan ini dapat diterima dengan baik oleh orang-orang Indonesia. Karena dengan adanya raja, rakyat merasa terlindungi dan kesejahteraannya tercukupi.

7.  Sistem kepercayaan dalam Rakyat

Orang-orang Indonesia jaman dahulu masih memuja roh nenek moyang dan mempercayai benda-benda yang keramat (animisme dan dinamisme), yaitu berupa menyembah benda-benda dianggap nenek moyang mereka berada dan juga melakukan upacara pemujaan roh nenek moyang. Hal ini hampir mirip dengan kepercayaan agama Hindu, dengan adanya arca dan upacara-upacara yang dilaksanakan oleh Hindu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here