7 Peran Indonesia Dalam KAA (Konferensi Asia-Afrika)

37

Peran Indonesia dalam KAA di Bandung tahun 1955 – Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika atau KAA adalah sebuah konferensi tingkat tinggi yang beranggotakan negara-negara di kawasan benua Asia dan Afrika, yang pada waktu didirikan, baru saja memperoleh kemerdekaannya. Konferensi Asia Afrika yang pertama digelar pada 18 April-24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung dan diikuti oleh Indonesia, Myanmar, Sri Lanka, India, serta Pakistan. Pada waktu itu, kegiatan ini dikoordinasi langsung oleh Sunario sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia.

KAA sendiri adalah kelanjutan dari konfernsi Colombo, Sri Langka yang diselenggarakan pada 28 April-2 Mei 1954. Maka, dalam hal itu Indonesia memrakarsai suatu gerakan yang lebih besar dari konferensi Colombo atau Konferensi Pascanegara I yakni KAA sekaligus menawarkan diri sebagai tuan rumah atau penyelanggara KAA i tahun 1955.

7 Peran Indonesia Dalam KAA (Konferensi Asia-Afrika)

Peran Indonesia dalam Konferensi Asia-Afrika di tahun 1955 cukup penting, peran utamanya adalah sebagai negara penggagas sekaligus negara yang mempersiapkan pelaksanaan KAA. lalu apa saja peran Indonesia dalam KAA selain itu? berikut 7 peranan Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika!

  1. Mempelopori berdirinya Konferensi Asia Afrika yang pertama pada 1955.
  2. Menawarkan diri sebagai tempat diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika yang pertama pada 1955.
  3. Memprakarsai berdirinya Gerakan Non-Blok (tidak memihak Blok Barat atau memihak Blok Timur)
  4. Pada saat ini, bersama-sama berjuang dengan para negara anggota KAA dalam mewujudkan perdamaian dunia, terutama dalam bidang kebudayaan dan pendidikan.
  5. Menolong Negara Anggota KAA Yang Kesulitan Ekonomi.
  6. Ikut Mendamaikan Konflik antar negara KAA
  7. Menjadi Tuan Rumah KAA dan menjadi Tempat Berlangsungnya KAA, yaitu di Bandung, Jawa Barat

Pada tahun 2015, para negara anggota KAA kembali mengadakan konferensi. Konferensi yang ke-60 itu dilaksanakan di 2 kota yang berbeda di Indonesia, yaitu Jakarta (19-23 April 2015) serta Banduang pada 24 April 2015. Tema konferensi pada saat itu adalah Asia-Africa Business Summit serta Asia-Africa Carnival.

Baca juga: Hasil konferensi Asia-Afrika di Bandung Tathun 1955

Saat diselenggarakan terakhir kali pada tahun 2015, Konferensi Asia Afrika didikuti oleh 89 kepala pemerintahan/negara dari total 109 negara yang terdapat di kawasan Afrika dan Asia, 17 negara pengamat, 20 organisasi internasional, serta tidak ketinggal 1426 perwakilan media baik dari dalam maupun luar negeri.

KAA berhasil dilaksanakan dan menghasilkan sejumlah keputusan keputusan (disebut dasasila bandung). KTT ini berlangsung di Bandung tepatnya di Gedung Merdeka. Pembukaannya diresmikan Presiden Sekarno dan pelaksanaan konferensi diketuai Ali Sastroamidjojo.