Alat Pengukur Gempa Bumi

89

Nama alat pengukur gempa disebut Seismometer. Istilah Seismometer berasal dari bahasa Yunani “seismos” yang artinya gempa bumi dan “metero” yang artinya mengukur. Sedangkan secara harfiah, Seismometer adalah sebuah alat atau sensor getaran yang digunakan untuk mendeteksi gempa bumi dan getaran yang terjadi pada permukaan tanah. Hasil rekaman dari alat seismometer disebut dengan seismogram.

Seismogram adalah rekaman gerakan tanah berbentuk grafik aktivitas gempa bumi sebagai fungsi waktu yang dihasilkan oleh seinsmometer. Rekaman ini juga dapat digunakan untuk menentukan magnitudo hempa. Selain itu, berdasarkan seismogram yang direkam di tempat lain bisa menentukan dimana pusat gempa atau posisi gempa tersebut terjadi.

Prototip atau model asli dari seismometer telah dikenalkan pertama kali pada tahun 132 SM oleh seorang matematikawan yang berasal dari Dinasti Han yang bernama Chang Heng. Dengan alat ini orang pada masa tersebut sudah bisa menentukan dari arah mana gempa bumi terjadi.

Perkembangan teknologi yang semakin canggih seperti sekarang ini, membuat kemampuan seismometer bisa lebih ditingkatkan. Seismometer sekarang ini bisa merekam getaran dalam jangkauan frekuensi yang cukup lebar dan luas. Salah satu alatnya disebut dengan seismometer broadband.

Jika alat yang digunakan untuk mengukur gempa bumi disebut dengan seismometer. Maka perangkatnya yang digunakan untuk mengukur dan mencatat gempa bumi disebut degan Seismograf. Bberdasarkan prinsipnya, Seismograf terdiri dari gantungan pemberat yang ujungnya lancip seperti pensil. Dengan perangkat ini, akan dapat diketahui kekuatan dan arah gempa melali gambaran gerakan bumi yang di carar dalam bentuk seismogram.

Cara Kerja Seismograf

Berdasarkan prinsip kerja, Seismograf memiliki instrumen sensitif yang dapat mendeteksi gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi. Dimana gelombang seismik yang terjadi selama gempa terjadi akan tergambar sebagai garis bergelombang dalam seismogram. Sedangkan Seismologist akan mengukur garis ini dan juga menghitung besaran gempa.

Seismograf dulu hanya dapat mendeteksi gerakan secara horizontal, tetapi saat ini sudah bisa merekam gerakan secara vertikal dan lateral. Seismograf pada dasarnya menggunakan dua gerakan, yaitu gerakan mekanik dan elekromagnetik seismographer. Kedua gerakan tersebut bisa mendeteksi gerakan vertikal atau gerakan horizontal, tetapi masih tergantung dari pendular yang diguanakan apakah vertikal atau horizontal.

Sedangkan pada Seismograf modern menggunakan elekromagnetik seismographer untuk memindahkan volatilitas dari sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetis. Selain itu, peristiwa-peristiwa yang menimbulkan getaran, contohnya seperti gempa bumi dapat dideteksi melalui spejlgalvanometer seismograf.

Sejarah Alat Pengukur Gempa Bumi

Sebelum ada Seismometer dan Seismograf sudah ada alat untuk mengukur gempa bumi pada pertengahan abad ke-18 yang disebut dengan seismokop. Seimokop adalah sebuah peralatan perekam yang paling primitif yang terdiri dari sebuah kontainer sederhana berisi air atau air raksa. Dimana jika terjadi gempa, cairan tersebut akan bergerak baik-turun akibat terjadinya getaran gempa yang sedang terjadi.

Kemudian pada tahun 1920, terjadi terobosan besar untuk pengukuran gempa bumi, dimana dua ilmuan asal Amerika Serikat mengembangkan sebuah alat yang dinamakan Wood-Anderson seismograf. Alat ini lebih sensitif dibandingkan dengan seismograf pada masa itu, sehingga langsung banyak digunakan oleh beberapa negara di seluruh dunia dan menjadi cikal bakal seismograf yang sekarang ada saat ini.

Nah, itulah informasi lengkap mengenai Seismograf dan Seismometer beserta prinsip kerja dan sejarahnya. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai alat pengukur gempa dan semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here