ASEAN Didirikan Pada Tanggal 8 Agustus 1967

306

Sejarah berdirinya ASEAN – ASEAN pertama kali didirikan di Bangkok (Thailand) pada tanggal 8 Agustus 1967 oleh 5 Negara saja, yaitu diantaranya Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand melalui Deklarasi Bangkok Kala itu. ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) adalah sebuah organisasi gro-politik dan ekonomi dari beberapa Negara di kawasan Asia Tenggara.

Organisasi ASEAN sendiri bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan bagi negara-negara yang ikut dalam ASEAN. Sejak berdiri di tahun 1967, ASEAN mendapat anggota baru pada tanggal 7 Januari 1984, yaitu Brunei Darussalam, kemudia disusul oleh Vietnam sebagai anggota baru ASEAN atau yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995.

Dan hingga kini ASEAN beranggotakan semua negara di kawasan Asia Tenggara, kecuali Timor Leste dan Papua Nugini.

ASEAN Didirikan Pada Tanggal 8 Agustus 1967

Sejarah Perkembangan Lambang ASEAN

Desain dari lambang resmi ASEAN di atas mengandung beberapa nilai filosofis sebagai bentuk pengejawantahan harapan, keinginan, sekaligus identitas organisasi negara-negara ASEAN. Lambang Asean dan artinya dapat dijelaskan sebagaimana berikut. Bentuk lingkaran yang mengelilingi sisi terluar lambang ASEAN mencerminkan kesatuan negara-negara Asean. Batang padi yang berjumlah 10 di tengah lambang mencerminkan harapan dan mimpi para pendiri (founding fathers) ASEAN agar negara-negara ASEAN yang jumlahnya 10 dapat saling terikat dalam per sahabatan dan solidaritas.

Warna-warna pada logo ASEAN memiliki makna tersendiri. Warna biru melambangkan perdamaian dan stabilitas, warna merah melambangkan dinamisme dan keberanian, dan warna putih kuning melambangkan kemakmuran dan kejayaan. Dari lambang ASEAN dan artinya tersebut, dapat kita temukan bahwa lambang tersebut secara garis besar menggambarkan stabilitas, kedamaian, kesatuan, dan kedinamisan. Makna ini sesuai dengan semboyan “Satu Misi, Satu Identitas, Satu Komunitas (One Vision, One Identity, One Community)” yang menjadi semboyan Asean.

Lambang Asean dilindungi undang-undang Asean dalam hal hak cipta dan reproduksinya. Terkait dengan reproduksi, warna yang digunakan harus disamakan dengan kode warna pokoknya. Dalam hal penggunaan, lambang Asean harus digunakan untuk mempromosikan Asean dengan tujuan dan prinsip-prinsip tertentu. lambang Asean tidak dibolehkan untuk digunakan dalam tujuan politik, atau kegiatan lain yang bisa merugikan martabat Asean. Selain itu, lambang asean juga tidak diperkenankan digunakan dalam tujuan komersial kecuali dengan seizin dan persetujuan resmi undang-undang Asean.

Sejarah dan Perubahan Lambang Asean Lambang Asean didominasi oleh gambar tanaman padi. Hal ini di dasari oleh sejarah dan budaya masyarakat negara-negara Asean yang kebanyakan menjadikan nasi atau padi sebagai makanan pokoknya. Selain itu, dalam perkembangannya tanaman padi kerap dikaitkan dengan simbol kemakmuran, kekayaan, dan kecukupan pangan. Simbol inilah yang menjadi harapan dan keinginan para pendiri Asean yang ingin menjadikan Asia Tenggara sebagai sebuah kawasan regional yang makmur.

Berdasarkan sejarahnya, lambang Asean dan artinya telah mengalami beberapa revisi dalam jumlah batang padi yang diikat dalam gambar. Awalnya, jumlah batang padi berjumlah 5 karena pada saat itu jumlah negara yang bergabung dalam organisasi ini hanya berjumlah 5. Kemudian sejalan perkembangannya Brunai Darussalam bergabung di tanggal 8 Januari 1984, disusul Vietnam pada tanggal 28 Juli 1995, serta Laos, Kamboja, dan Myanmar (Burma) yang dijadwalkan akan bergabung pada bulan Juli 1997.

Untuk merayakan peristiwa tersebut, lambang Asean dan artinya yang baru kembali dirancang dan diresmikan pada bulan Juli 1997 tersebut. Jumlah batang padi yang awalnya hanya 5, berubah menjadi 10 buah. Kendati Laos dan Myanmar bergabung ke Asean tanggal 23 Juli 1997 serta Kamboja yang akhirnya baru bergabung pada 30 April 1999, lambang Asean yang baru telah diresmikan terlebih dahulu. Lambang Asean tersebut sama seperti lambang Asean yang kita ke nal saat ini.

Perubahan lambang Asean masih sangat dimungkinkan terjadi di hari depan, mengingat saat ini perkembangan geo-politik di kawasan Asia Tenggara terus mengalami kemajuan. Negara-negara baru yang mulai terbentuk seperti Timor Leste, Palau, dan Taiwan, atau negara yang memiliki kedekatan dengan Asia Tenggara seperti Bangladesh dan Papua Nugini masih dimungkinkan untuk dapat bergabung ke organisasi ini. Nah, demikianlah sekilas pembahasan yang dapat kami sampaikan tentang lambang Asean dan artinya. Semoga dapat menjadi tambahan wawasan dan pembelajaran bagi kita semua. Artikel ini diintisarikan dari website resmi Asean, Wikipedia, Departemen Luar Nege ri RI, dan beberapa sumber lainnya. Salam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here