Bagaimana Penerapan Pancasila Pada Masa Orde Baru

45

Bagaimana Penerapan Pancasila Pada Masa Orde Baru?

Penerapan pancasila pada masa orde baru saat itu penanaman nilai-nilai Pancasila dilakukan secara indoktrinatif dan birokratis. Akibatnya, bukan nilai-nilai Pancasila yang meresap ke dalam kehidupan masyakat, tetapi kemunafikan yang tumbuh subur dalam masyarakat.

Sebab setiap ungkapan para pemimpin mengenai nilai-nilai kehidupan tidak disertai dengan keteladanan serta tindakan yang nyata sehingga Pancasila yang berisi nilai-nilai luhur bangsa dan merupakan landasan filosofi untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, bagi rakyat hanyalah omong kosong yang tidak mempunyai makna apapun.

Lebih-lebih pendidikan Pancasila dan UUD 45 yang dilakukan melalui metode indoktrinasi dan unilateral, yang tidak memungkinkan terjadinya perbedaan pendapat, semakin mempertumpul pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.

Sejarah Penerapan Pancasila Pada Masa Orde Baru

Dalam masa orde baru, penerapan Pancasila dan juga UUD 1945 dilakukan secara sebagaimana seharusnya dilakukan (dilaksanakan secara murni)

Dalam menjalankan masa pemerintahan di masa orde baru, pemerintah pada waktu itu berhasil untuk melakukan pertahanan terhadap Pancasila sebagai sebuah dasar negara dan juga ideologi dari sebuah negara yang dimana kemudian berhasil untuk menghentikan penyebaran dari paham ideologi komunisme di Indonesia pada waktu itu.

Tetapi, didalam masa pemerintahan masa orde baru, terdapat sebuah kekuarangan yang dimana dilakukan oleh Presiden Soeharto pada waktu itu yang dimana kemudian menggunakan sebuah demokrasi sentralistik. Sebuah kegiatan demokrasi yang dimana hanya berpusat pada pemerintah pada waktu itu.

Baca juga: Penerapan pancasila sebagai dasar negara pada masa awal kemerdekaan

Kemudian terdapat juga beberapa penyelewengan yang lain, diantaranya adalah pelanggengan korupsi, kolusi, dan nepotisme sehingga pada masa ini banyak pejabat negara yang melakukan korupsi. Tak hanya itu, pada masa ini negara Indonesia juga mengalami krisis moneter yang di sebabkan oleh keuangan negara yang tidak stabil dan banyaknya hutang kepada pihak negara asing.