Faktor Penyebab Perang Dingin (1947 – 1991)

173

Perang Dingin adalah sebutan bagi suatu periode terjadinya ketegangan politik dan militer antara Dunia Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya, dengan Dunia Komunis, yang dipimpin oleh Uni Soviet beserta sekutu negara-negara satelitnya.

Peristiwa ini dimulai setelah keberhasilan Sekutu dalam mengalahkan Jerman Nazi di Perang Dunia II, yang kemudian menyisakan Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai dua negara adidaya di dunia dengan perbedaan ideologi, ekonomi, dan militer yang besar. Uni Soviet, bersama dengan negara-negara di Eropa Timur yang didudukinya, membentuk Blok Timur. Sedangkan Amerika Serikat bersama–sama dengan Negara-negara di Eropa Barat membentuk Blok Barat.

Baca juga: Pengertian Perang Dingin (1947 – 1991)

Pemicu dari perang dingin tidak hanya perebutan kekuasaan antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet melainkan masih ada faktor lain yang mempengaruhi perang dingin, berikut faktor utama yang menyebabkan perang dingin.

1. Perbedaan dan Pertentangan Ideologi

Amerika Serikat adalah negara yang berideologi liberal kapitalis, sedangkan Uni Soviet adalah negara yang berideologi sosialis komunis. Sejak awal kelahirannya, paham sosialis komunis memang tidak sejalan dengan paham liberal kapitalis. Bahkan, kelahiran sosialis komunis memang dipicu adanya liberal kapitalis yang pada waktu itu bertindak sewenang-wenang. Akibat perbedaan ideologi, setelah musuh bersama (Jerman) dapat mereka lenyapkan dalam Perang Dunia II, pertentangan ideologi kembali terjadi.

Perbedaan ideology tersebut yang mejadi penyebab utama munculnya persaingan antara Block Barat dan Block Timur. Hal itu dibuktikan dengan Rencana Lima Tahun. Akibatnya, kedua kekuatan adidaya tersebut berusaha saling mengalahkan. Salah satu caranya adalah memengaruhi negara-negara lain untuk bergabung dalam kelompoknya.

Oleh karena itu, dunia ini akhirnya seolah-olah terbagi menjadi Blok Barat yang berpaham liberal kapitalis dengan Amerika Serikat sebagai pemimpinnya, dan Blok Timur yang berpaham sosialis komunis dengan Uni Soviet sebagai pemimpinnya.

2. Munculnya Sistem Aliansi

Sistem aliansi adalah system mencari kawan. Amerika Serikat dan Uni Soviet mengajak Negara-neagra jajahannya untuk berkoalisi dalam perang dingin. Hal itu tampak dengan persekutuan Negara-negara pendukung komunis dan Negara-negara pendukung liberalis baik di Asia maupun di Afrika. Bentuk-bentuk sistem aliansi adalah sebagai berikut.

  • Pembentukan Cominform (The Communist Information Bureau) pada tahun 1947. Cominform adalah wadah kerja sama partai-partai komunis Eropa yang berpusat di Beograd, Yugoslavia.
  • Pembentukan NATO tahun 1949.
  • Perjanjian antara RRC dan Uni Soviet tahun 1950 mengenai kerja sama guna menghadapi kemungkinan agresi Jepang,
  • Pembentukan Pakta ANZUS, yaitu pakta pertahanan negara-negara Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru pada tahun 1951.
  • Pembentukan Pakta Warsawa pada tahun 1955. Pakta Warsawa merupakan kerja sama pertahanan dan keamanan negara-negara komunis.
  • Pembentukan SEATO (South East AsiaTreaty Organization) pada tahun 1954. SEATO adalah kerja sama pertahanan antara negara-negara Asia Tenggara dengan pihak Barat. Anggota SEATO antara lain, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Filipina, Singapura, dan Selandia Baru.

3. Perebutan Dominasi Kepemimpinan

Amerika Serikat dan Uni Soviet saling berusaha menjadi pemimpin dunia. Mereka memimpikan dapat berkuasa dan memimpin dunia seperti masa kejayaan Inggris dan Prancis pada masa imperialis kuno. Namun, kekuasaan yang biasanya dilakukan pada masa imperialis kuno sekarang sudah tidak mereka lakukan lagi. Amerika Serikat dan Uni Soviet berusaha menjadi pemimpin dunia dengan cara baru, misalnya dengan kekuatan ekonominya.

Dengan demikian, Amerika Serikat dan Uni Soviet tampil sebagai imperialis muda. Amerika Serikat dengan kekuatan ekonominya berusaha memengaruhi negara-negara lain khususnya yang baru merdeka dengan paket bantuan ekonomi.

Pemerintah Amerika Serikat beranggapan bahwa negara yang rakyatnya hidup makmur dapat menjadi tempat pemasaran hasil industrinya. Selain itu, rakyat yang hidupnya telah makmur juga akan menjauhkan dari pengaruh sosialis komunis. Hanya kemiskinan yang menjadi ladang subur bagi perkembangan sosialis komunis. Sedangkan Uni Soviet yang mempunyai kekuatan ekonomi, tetapi tidak sebesar Amerika Serikat juga berusaha membentengi negara-negara yang telah mendapat pengaruhnya.

Paket bantuan ekonomi Uni Soviet juga diberikan guna memperbaiki keadaan ekonomi negara-negara tersebut. Selain itu, Uni Soviet juga berusaha mendekati rakyat yang sedang melakukan perjuangan nasionalnya dengan mengirimkan para tenaga ahli dan juga berbagai peralatan militer.

4. Kekuatan-Kekuatan Negara Adikuasa

Perang Dunia II berakhir dengan kemenangan pihak Sekutu yang terdiri dari Inggris, Perancis, Uni Soviet dan Amerika Serikat. Berakhirnya Perang Dunia II telah mengubah perkembangan politik dunia. Amerika dan Uni Soviet sebagai negara pemenang muncul menjadi kekuatan raksasa. Dua Negara tersebut memiliki perbedaan ideology, yaitu Amerika Serikat memiliki ideology liberal kapitalis, sedangkan Rusia berideologi komunis.

Negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat mendirikan suatu pertahanan yaitu NATO (North Atlantic Treaty Organization). Sedangakn pada tahun 1955 Uni Soviet mendirikan suatu pertahanan yaitu Pakta Warsawa, yang terdiri dari negara-negara Uni soviet, Albania, Bulgaria, Cekoslowakia, Jerman Timur, Hongaria, Polandia, dan Rumania.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here