Fungsi Menhir Pada Zaman atau Masa Megalitikum

266

Fungsi Menhir pada zaman Megalitikum –┬áPada zaman pra-aksara, nenek moyang kita telah mengenal sistem kepercayaan yang diwujudkan dalam bentuk karya seni. Pembuatan menhir, dolmen, dan sarkofagus berfungsi sebagai bekal kubur orang yang meninggal. Bekal kubur dianggap sebagai perhiasan dengan cara menghasilkan karya seni yang bagus. Salah satu diantarnya yang akan kita bahas kali ini yaitu Menhir, apa yang dimaksud dengan menhir dan apa fungsinya, berikut penjelasan beserta jawabannya.

Menhir adalah suatu tempat pemujaan kepada roh nenek moyang yg hanya berlaku pada zaman prasejarah dulu (Zaman Megalitikum), sekarang tidak. Menhir sendiri mempunyai bentuk seperti semacam batu tegak yang ada diatas punden berundak berfungsi untuk pemujaan terhadap arwah nenek moyang.

Fungsi Menhir Pada Masa Megalitikum

Fungsi menhir adalah sebagai sarana pemujaan terhadap arwah nenek moyang, sebagai tempat memperingati seseorang (kepala suku) yang telah meninggal, dan sebagai tempat menampung kedatangan roh.

Dikarenakan menhir berupa tugu batu yang didirikan untuk upacara menghormati roh nenek moyang, sehingga bentuk menhir ada yang berdiri tunggal dan ada yang berkelompok serta ada pula yang dibuat bersama bangunan lain yaitu seperti punden berundak-undak. Lokasi tempat ditemukannya menhir di Indonesia adalah Pasemah (Sumatera Selatan), Sulawesi Tengah dan Kalimantan. Untuk mengetahui bentuk-bentuk menhir,maka simaklah gambar di bawah ini.

Bangunan menhir yang dibuat oleh masyarakat prasejarah tidak berpedoman kepada satu bentuk saja karena bangunan menhir ditujukan untuk penghormatan terhadap roh nenek moyang.Bangunan menhir yang dibuat oleh masyarakat prasejarah tidak berpedoman kepada satu bentuk saja karena bangunan menhir ditujukan untuk penghormatan terhadap roh nenek moyang. Selain menhir terdapat bangunan yang lain bentuknya, tetapi fungsinya sama yaitu sebagai punden berundak-undak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here