10 Hasil Perundingan Linggarjati Antara Indonesia-Belanda

56

Perundingan Linggarjari adalah suatu perundingan natar Indonesia dengan pihak Belanda di Linggarjari, Cilimus, Kuningan, Jawa Barat. Perundingan tersebut menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia. Hasil dari perundingan Linggarjati tersebut kemudian ditandatangi pada tanggal 15 November 1946 di Jakarta, dan kemudian ditandatangani secara sah oleh kedua negara pada tanggal 25 Maret 1947.

Perundingan Linggarjari sendiri pada waktu itu dilaksanakan pada tanggal 11 hingga 15 November 1946 di sebuah desa bernama Linggarjati di kecamatan Cilimus, Kuningan yang terletak di kaki Gunung Ceremai, Kabupaten Kuningan. Pada waktu itu delegasi Indonesia dipimpin oleh Sultan Syahrir, dengan anggotanya yaitu Mr. Moh. Roem, Mr, Susanti Tirtoprojo, dan A.K. Ggani.

Sedangkan dipihak Belanda kala itu dipimpin oleh Prof. Schermerhorn, dengan anggotanya adalah Van Mook, F de Boor, dan van Pool. Sedangkan penengah atau pemimpin sidang kala itu adalah Lord Killearn, dengan saksi-saksi Amir Syarifudin, dr. Leimena, dr. Sudarsono, dan Ali Budiarjo. Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta juga hadir di dalam perundingan Linggarjati itu.

Hasil perundingan Linggarjati

Berikut hasil perundingan Linggarjat:

  1. Pemerintah Belanda mengakui kekuasaan secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
  2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambar pada tanggal 1 Januari 1949.
  3. Pihak Belanda dan Indonesia sepakat membentuk negara RIS (Republik Indonesia Serikat)Akan dibentuk NIS (Negara Indonesia Serikat) yang meliputi seluruh wilayah Hindia Belanda (Indonesia) sebagai negara berdaulat.
  4. Pemerintah Belanda dan RI akan membentuk Uni Indonesia-Belanda yang dipimpin oleh raja dari Belanda.
  5. Dalam bentuk RIS (Republik Indonesia Serikat), Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth atau
  6. Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepa Uni Belanda-Indonesia.
  7. Pembentukan NIS dan Uni Indonesia-Belanda diusahakan sudah selessai sebelum tanggal 1 Januari 1949.
  8. Pemerintah RI mengakui dan akan memulihkan serta melindungi hak milik asing.
  9. Pemerintah RI dan Belanda sepakat untuk mengadakan pengurangan jumlah tentara.
  10. Bila terjadi perselisihan dalam melaksanakan perundingan ini, akan menyerahkan masalahnya kepada Komisi Arbitrase.

 

Dalam perundingan Linggarjati tersebut setidaknya dihasilkan kesepakatan yang terdiri dari 17 pasal. Naskah persetujuan perundingan tersebut kemudian diparaf oleh kedua delegasi di Istana Rijswjik Jakarta (Sekarang bernama Istana Merdeka). Nah, itulah 10 hasil dari peundingan Linggarjati dan semoga bermanfaat.