Kepanjangan HIV dan AIDS Beserta Sejarahnya

525

HIV/AIDS adalah suatu masalah besar yang sedang di hadapi dunia saat ini.Daftar korbannya terus menunjukkan grafik yang tajam dan meningkat dengan cepat setiap tahunnya. Dan ini menyebabkan kesehatan masyarakat dunia akan terancam oleh virus yang mematikan tersebut. Sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang dapat menyembuhkan penyakit AIDS ini. Oleh karena itu,pencegahan merupakan langkah tepat untuk menjaga kelestarian hidup manusia dari segala ancaman virus yang mematikan tersebut.

Pemerintah dan masyarakat dunia terus mengupayakan dengan mensosialisasikan tentang penyakit mematikan ini ke seluruh dunia. Tentunya kita sebagai masyarakat jangan hanya tinggal diam melihat upaya pemerintah tetapi terus menjalankan dan menaati cara-cara pencegahan yang baik dan benar agar kita bisa terhindar dari penyakit AIDS tersebut.

Kepanjangan HIV dan AIDS Beserta Sejarahnya

Penyebaran virus HIV/AIDS sudah sangat tersebar dengan cepat. Di Indonesia saja sudah hampir ratusan ribu kasus HIV/AIDS dan memiliki ribuan korban penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia.Dan ini sungguh menjadi masalah besar yang harus di hadapi dunia khususnya Indonesia. Karena para penderita HIV/AIDS bisa memberikan dampak terhadap Indonesia.

Contohnya seperti dampak terhadap ekonomi nasional.Kita telah mengetahui bahwa penderita terbanyak HIV/AIDS merupakan usia produktif kerja sehingga sangat mempengaruhi angka tenaga kerja Indonesia dan otomatis mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.Makanya, pencegahan menjadi langkah tepat dalam menekan angka penderita HIV/AIDS karena penyakit ini belum ditemukan obatnya sampai sekarang.

 

Apa Kepanjangan dari HIV dan AIDS

HIV : Human Immunodeficiency Virus
AIDS : Acquired Immune Deficiency Syndrome

 

Pengertian HIV dan AIDS

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

Aids didefinisikan sebagai jumlah sel CD4 di bawah 200 atau terjadinya satu atau lebih infeksi oportunistik tertentu.Istilah AIDS terutama dipakai untuk kepentingan masyarakat sebagai patokan untuk laporan kasus. Sekali kita dianggap AIDS berdasarkan gejala dan atau status kekebalan kita dimasukkan pada statistik sebagai kasus dan status ini tidak diubah walau kita menjadi sehat kembali.Oleh karena itu,istilah AIDS tidak penting buat kita sebagai individu.

Baca: Insomnia adalah? Arti Insomnia, Penyebab dan Cara Mengatasi

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

HIV hanya menular antar manusia. Ada virus yang serupa yang menyerang hewan tetapi virus ini tidak dapat menular pada manusia dan HIV tidak dapat menular hewan. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh yaitu sistem yang melindungi tubuh terhadap infeksi.

 

Sejarah HIV dan AIDS

Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara.Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit. AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. Pada Januari 2006, UNAIDS bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni 1981.

Dengan demikian, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada tahun 2005 saja, dan lebih dari 570.000 jiwa di antaranya adalah anak-anak. Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di Afrika Sub-Sahara, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menghancurkan kekuatan sumber daya manusia di sana.

Perawatan antiretrovirus sesungguhnya dapat mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV, namun akses terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara.