Kerajaan Islam Di Kalimantan Beserta Penjelasannya

836

Kerajaan Islam di Kalimantan,- Sebelum kedatangan Islam di Kalimantan, daerah ini berada dalam pengaruh Hindu-Buddha. Pada akhir abad ke-15, Islam mulai masuk ke Kalimantan, dibawa oleh putera Raja Daha yaitu Raden Sekar Sungsang. Ia melarikan diri ke Jawa setelah berselisih faham dengan ibunya (Putri Kabuwaringin). Kemudian Rden Sekar menikahi seorang anak dari ayah angkatnya (Juragan Petinggi), sehingga ia memiliki seorang putra bernama Raden Panji Sekar, ia merupakan seorang murid dari Sunan Giri, bahkan ia juga diambil sebagai menantu dan diberi gelar Sunan Serabut.

Hubungan ini dapat dijadikan bukti bahwa Raden Sekar Sungsang telah menjadi seorang muslim. Beberapa tahun kemudian, Raden Sekar Sungsang kembali ke Dipa dan diangkat menjadi Raja dengan gelar Sari Kaburungan. Di Samping itu, Islam juga sudah mulai diperkenalkan di Kalimantan oleh para pedagang dan mubaliqh Islam. Berkembangnya Islam di Kalimantan sangat baik setelah berdirinya 2 kerajaan yang mendominasi sejarah Islam yaitu Kerajaan Banjar dan Kerajaan Islam di Kalimantan Barat. Sebagai penjelasan kita mulai dari Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan.

Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan

Menurut Hikayat Banjar, sebelum berdirinya kekuasaan Islam di Kalimantan, di hulu sungai Amuntai (sekarang) terdapat kerajaan Hindu, negara Dipa. Kerajaan Banjar merupakan kelanjutan Kerajaan Daha yang beragama Hindu. Kerajaan ini diperintah oleh Raja Sukarama yang dikaruniai empat orang anak laki-laki. Peristiwa ini berawal dari Raja Sukarama yang hampir meninggal, ia berwasiat agar yang menggantikan pemerintahannya nanti Raden Samudera (cucu Sukarama). Tentu saja keempat orang putranya tidak menerima sifat ayahnya tersebut, apalagi pangeran Tumanggung yang sangat berambisi.

Setelah Sukarama wafat, jabatan Raja dipegang oleh anak tertua (Pangeran Mangkubumi), karena pada masa itu pangeran Samudera masih berusia 7 tahun. Namun mangkubumi tidak lama berkuasa karena ia dibunuh oleh seorang pegawai istana yang dihasut oleh Tumanggung, maka pangeran Tumanggung tampil menjadi raja Daha.

Dengan keadaan seperti itu, pangeran Samudera pergi ke wilayah muara, dan diasuh oleh Patih Masih. Atas bantuannya Pangeran Samudera dapat menghimpun kekuatan perlawanan, serangan pertama ia berhasil menguasai Muara Bahan (sebuah pelabuhan strategis yang sering dikunjungi oleh para pedagang luar). Perperangan selanjutnya dibantu oleh karejaan Demak, Sultan Demak bersedia membantu dengan syarat Pangeran Samudera masuk Islam. Sultan Demak kemudian mengirim tentara-tentara dan seorang penghulu yang bernama khatib dayyan untuk mengislamkan orang Banjar.

Baca: Kerajaan Islam di Sulawesi Beserta Rajanya

Dalam peperangan ini Pangeran Samudera memperoleh kemenangan, sesuai dengan janjinya, ia beserta seluruh kerabat kraton dan penduduk Banjar menyatakan diri masuk Islam. Setelah masuk Islam ia bergelar Sultan Suryanullah atau Suriansyah, dinobatkan sebagai raja kerajaan Islam Banjar. Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1526 M, yang menjadi Sultan Demak kala itu ialah Sultan Trenggono, Sultan ke-3 yang berkuasa tahun 1521-1546 M.

Kerajaan Islam di Kalimantan Barat

Masuknya Islam ke Kalimantan Baratt itu sendiri tidak diketahui secara pasti, masih banyak perbedaan pendapat dari berbagai kalangan. Ada pendapat yang menyatakan bahwa Islam pertama kali masuk ke Kalimantan Barat pada Abad ke-15, dan ada juga pendapat lain yang mengatakan Islam masuk di Kalimantan Barat pada abad ke-16. Daerah pertama di Kalimantan Barat yang diperkirakan terdahulu mendapat sentuhan agama Islam adalah Pontianak, Mantan dam Mempawah.

Islam masuk ke daerah-daerah ini diperkirakan antara tahun 1741, 1743, dan 1750. Menurut salah satu versi pembawa Islam pertama bernama Syarief Husein, seorang Arab. Namun, ada versi lain yang mengatakan, nama beliau adalah Syarif Abdurrahman al-Kadri, putra dari Syarif Husein. Diceritakan bahwa Syarief Abdurrahman Al-Kadri adalah putra asli Kalimantan Barat. Ayahnya Sayyid Habib Husein al-Kadri, seorang keturunan Arab yang telah menjadi warga Matan. Ibunya bernama Nyai Tua, seorang putri Dayak yang telah menganut agama Islam, putri Kerajaan Matan.

Kerajaan Islam Di Kalimantan Beserta Penjelasannya

Syarif Abdurrahman al-Kadri lahir di Matan tanggal 15 Rabiul Awal 1151 H (1739 M). Jadi ia merupakan keturunan Arab dan Dayak dan ayahnya Syarief Husein ( Ada yang menyebutnya Habib Husein) menjadi Ulama terkenal di Kerajaan Matan hampir selama 20 tahun. Dalam penjelasan diatas tersebut dapat disimpulkan bahwa Islam masuk ke Kalbar itu dibawa oleh juru dakwah dari Arab. Tidak diketahui secara pasti apakah Syarief Husein ini seorang pedagang atau tidak. Namun, ada yang mengatakan kalau syarief Husein dalam menyebarkan agama Islam tidak hanya melalui dakwah tetapi juga melalui aktivitas ekonomi.

Dengan kekuatan ekonomi ini pula dakwah menjadi semakin berhasil, ditambah relasi yang luas dengan para pedagang lainnya. Setelah beliau meninggal kemudian digantikan oleh anaknya Syarif Abdurrahman al-Kadri. Mulanya Syarif Husein menetap di Matan (Ketapang) dan berdakwah disana. Ia mendapatkan respon yang sangat baik sehingga penganut Islam semakin banyak dan Islam memasyarakat sampai kepedalaman. Maka antara tahun 1704-1755 M Ia diangkat sebagai Mufti (hakim Agama Islam) dikerajaan Matan.

Selepas tugas sebagai Mufti, beliau sekeluarga diminta oleh Raja Mempawah Opo Daeng Menambun untuk pindah ke Mempawah dan mengajar agama disana sampai kemudian diangkat menjadi Tuan Besar Kerajaan Mempawah, sampai wafatnya tahun 1184 dalam usia 84 tahun. Syarif Husein tidak hanya menyebar Islam dikalangan rakyat jelata, Ia uga menyebarkan kekalangan bangsawan. Salah satu cara yang ditempuh beliau dalam menyebarkan Agama Islam adalah dengan melakukan perkawinan dengan putri-putri bangsawan. Beliau menikahi 3 orang putri ang berasal dari kerajaan Matan, dan mereka ini berasal dari suku Dayak.

Pendapat lain mengatakan bahwa Islam masuk ke Kalbar pada abad ke-15 di pelabuhan Ketapang (Sukadana) melalui perdagangan. Penyebaran agama Islam di Kalimantan Barat membujur dari Selatan ke Utara, meliputi daerah Ketapang, Sambas, Mempawah, dan Landak. Menurut Safarudin Usman bahwa Islam mulai menyebar di Kalimantan Barat diperkirakan sekitar abad XVI Miladiah, penyebaran Islam terjadi ketika Kerajaan Sukadana atau lebih dikenal dengan Kerajaan Tanjungpura dengan penembahan Barukh pada masa itu di Sukadana agama Islam mulai diterima masyarakat, akan tetapi Barukh tidak menganut agama Islam sampai wafat pada tahun 1590 M.

Pendapat lain juga mengemukakan pada tahun 1470 Miladinah sudah ada kerajaan yang memeluk agama Islam yaitu Landak dengan rajanya Raden Abdul Kahar (Usman, 1994:4) Dimasa pemerintahan Raden Abdul Kahar (Iswaramahaya atau Raja Dipati Karang Tanjung Tua) beliau telah memeluk agama Islam sehingga dapat dikatakan berwal dari Kerajaan Landak.

Beragai pendapat yang telah dikemukakan di atas bisa diperkirakan, bahwa agama Islam masuk di Kalimantan Barat pada masa pemerintahan Barukh (1538-1550). Dari riwayat kerajaan Landak diperoleh keterangan bahwa agama Islam dibawah pemerintahan Kerajaan Ismahayana, yang bergelar Raja Dipati Tanjung Tua (1472-1542), agama Islam mulai berkembang di kerajaan Landak (Sendam, dalam Ajisman:1998). Mengingat kerajaan Matan dan Landak yang masuk diperkirakan pada abad ke-15 maka kerajaan Sintang yang berada dipedalaman sekitar akhir abad ke-16. Penyebaran yang pertama-tama kemungkinan dari para pengunjung Semenanjung Melayu, terutama pedagang dari Johor. (Dalam ikhan:2004:95).

Islam masuk hampir keseluruh penjuru Kalbar, melalui kerajaan-kerajaan Islam yang banyak dibangun pada saat itu. Tidak hanya didaerah pesisir pantai, didaerah pedalaman pun Islam berkembang pesat. Islam mulai masuk kedaerah-daerah seperti Embau, Sambasm sampai ke Sungai besar di hulu. Dari berabagi daerah pendapat-pendapat sejarahwan diatas maka disimpulkan bahwa Islam masuk ke Kalimantan Barat itu sekitar abad ke-15 atau 16 yang disebarkan melalui para pedagang yang melakukan kegiata ekonomi. Mereka melalui dakwahnya menyiarkan Islam keberbagai penjuru hingga kepedalaman dan diterima baik oleh masyarakat pada umumnya. Sampai dengan sekarang Islam masih terus berkembang menyiarkan ajaran-ajaran yang dibawa oleh Rasulullah saw.

Tags: Kerajaan Islam Pertama Di Kalimantan Adalah, Kerajaan Islam Yang Tumbuh Di Kalimantan Adalah, Kerajaan Islam Yang Ada Di Kalimantan Selatan, Salah Satu Kerajaan Islam Di Kalimantan Adalah, Kerajaan Islam Yang Ada Di Kalimantan Adalah, Kerajaan Islam Di Kalimantan Beserta Rajanya, Kerajaan Islam Di Kalimantan Beserta Gambarnya, Kerajaan Islam Di Kalimantan Beserta Penjelasannya, Kerajaan Islam Sukadana Di Kalimantan Barat, Kerajaan Islam Di Kalimantan Dan Rajanya, Kerajaan Islam Di Kalimantan Dan Nama Rajanya, Kerajaan Islam Di Kalimantan Dan Gambarnya, Kerajaan Islam Di Kalimantan Dan Kondisi Perekonomiannya, Perkembangan Kerajaan Islam Di Kalimantan Dan Sulawesi, Ekonomi Kerajaan Islam Di Kalimantan, Kehidupan Ekonomi Kerajaan Islam Di Kalimantan, Perkembangan, Ekonomi Kerajaan Islam Di Kalimantan, Kehidupan Politik Ekonomi Sosial Budaya Kerajaan Islam Di Kalimantan, Kerajaan Islam Di Kalimantan Beserta Gambarnya, Kerajaan Islam Di Kalimantan Dan Gambarnya, Letak Geografis Kerajaan Islam Di Kalimantan, Gambar Peninggalan Kerajaan Islam Di Kalimantan, Gambar Peta Letak Kerajaan Islam Di Kalimantan Dan Penjelasannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here