Daftar Kerajaan Islam Tertua di Indonesia

315

Masa kerajayaan kerajaan Islam di Indonesia diperkirakan berlangsung pada abad ke-13 hingga dengan abad ke-16. Kerajaan-kerajaa tersebut umumnya timbul dikarenakan maraknya lalu lintas laut oleh para pedagang Islam, seperti pedagang dari Arab, Persia, China, dna lain sebagainya. Kerajaan Islam tersbeut masih dibagi berdasarkan pusat wilayah pemerintah di beberapa pulau di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Maluku, dan Sulawesi.

Lalu kerajaan apa yang pertama kali memeluk Islam? Mungkin sebagian besar akan menjawab Samudera Pasai sebagai kerajaan islam tertua di Indonesia. Namun pada kenyataanya berdasarkan histori, kerajaan perlak-lah yang menjadi kerajaan bercorak Islam tertua di Indonesia. Perlak sendiri berlokasi di Aceh bagian timur, yang didirikan pada tahun 840 Masehi hingga tahun 1292, yang kemudian akhirnya bergabung dengan kerajaan Samudera Pasai.

Berikut ini adalah 7 kerajaan Islam yang memeluk atau bercorak agama Islam paling tertuan hingga yang paling berkuasa.

1. Kerajaan Perlak (840 – 1292 M)

Kerajaan Perlak adalah sebuah kerajaan bercorak islam yang terletak di Aceh Timur, kerajaan Islam tertua di Indonesia ini akhirnya bergabung dengan kerajaan Samudra Pasai. Kesultanan Peureulak adalah kerajaan Islam di Indonesia yang berkuasa di sekitar wilayah Peureulak, Aceh Timur, Aceh sekarang antara tahun 840 sampai dengan tahun 1292 Perlak atau Peureulak terkenal sebagai suatu daerah penghasil kayu perlak, jenis kayu yang sangat bagus untuk pembuatan kapal, dan karenanya daerah ini dikenal dengan nama Negeri Perlak.

Hasil alam dan posisinya yang strategis membuat Perlak berkembang sebagai pelabuhan niaga yang maju pada abad ke-8, disinggahi oleh kapal-kapal yang antara lain berasal dari Arab dan Persia. Hal ini membuat berkembangnya masyarakat Islam di daerah ini, terutama sebagai akibat perkawinan campur antara saudagar muslim dengan perempuan setempat.

2. Kerajaan Ternate (1257 – 1950 M)

Mulai pertengahan abad ke-15, Islam diadopsi secara total oleh kerajaan dan penerapan syariat Islam diberlakukan. Kesultanan Ternate atau juga dikenal dengan Kerajaan Gapi adalah salah satu dari 4 kerajaan Islam di Kepulauan Maluku dan merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara. Didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada tahun 1257.

Kesultanan Ternate memiliki peran penting di kawasan timur Nusantara antara abad ke-13 hingga abad ke-17. Kesultanan Ternate menikmati kegemilangan di paruh abad ke -16 berkat perdagangan rempah-rempah dan kekuatan militernya. Di masa jaya kekuasaannya membentang mencakup wilayah Maluku, Sulawesi bagian utara, timur dan tengah, bagian selatan kepulauan Filipina hingga sejauh Kepulauan Marshall di Pasifik.

3. Kerajaan Samudra Pasai (1267 – 1521 M)

Kerajaan Samudera Pasai terletak di Aceh Utara. Islam masuk abad ke-13 ditandai penemuan makan Sultan Malik as-Saleh pada 1297 M. Kerajaan ini didirikan oleh Merah Silu atau yang kemudian menggunakan gelar berbahasa Arab, Malikul Saleh, sekitar tahun 1267. Kerajaan ini dikunjungi oleh Ibnu Batutah dan Marco Polo.

Puncak kejayaan kesultanan Samudera Pasai ini berada pada masa sultan ketiga Samudera Pasai, Sultan Mahmud Malik Az-Zahir. Pada masa sultan ini Samudera pasai dikunjungi oleh penjelajah dan musafir Maroko yang bernama Ibnu Batutah. Menurut Ibnu Batutah, sultan ini adalah seorang yang sangat taat beragama Islam dan memeluk madzhab Syafii.

Baca: 10 Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai

Pada masa pemerintahan sultan ini, Pasai menjadi pusat perdagangan di Asia Tenggara dan menggunakan koin emas sebagai mata uangnya. Banyak saudagar dari Arab, India, Iran dan China yang berdagang di Pasai. Banyak saudagar ini yang beragama Islam dan mereka selain berdagang juga menyebarkan ajaran Islam di Pasai.

Pada masa sultan ini pula, kerajaan Perlak, yang merupakan tetangga Pasai, masuk menjadi wilayah kesultanan Samudera Pasai. Masa kejayaan ini berakhir ketika pada masa kekuasaan sultan berikutnya, kesultanan Samudera Pasai diserang oleh Kerajaan Majapahit. Pasai ditaklukkan dan menjadi salah satu wilayah Majapahit. Kerajaan ini jatuh setelah diserang Portugis pada tahun 1521. Wilayahnya kemudian menjadi wilayah Kesultanan Aceh.

4. Kerajaan Pagaruyung (1347 – 1825 M)

Kerajaan pagaruyung terletak di Sumatera Baray. Islam masuk pada abad ke-14 dan mulai berkembang pada abad ke-16. Kerajaan Pagaruyung adalah sebuah Kerajaan Melayu yang pernah berdiri, meliputi provinsi Sumatera Barat sekarang dan daerah-daerah di sekitarnya. Nama kerajaan ini dirujuk dari Tambo yang ada pada masyarakat Minangkabau, yaitu nama sebuah nagari yang bernamaPagaruyung, dan juga dapat dirujuk dari inskripsi cap mohor Sultan Tangkal Alam Bagagar dari Pagaruyung, yaitu pada tulisan beraksara Jawi dalam lingkaran bagian dalam yang berbunyi sebagai berikut: Sultan Tangkal Alam Bagagar ibnu Sultan Khalīfatullāh yang mempunyai tahta kerajaan dalam negeri Pagaruyung Dārul Qarār Johan Berdaulat Zillullāh fīl ‘Ālam.

Kerajaan ini runtuh pada masa Perang Padri, setelah ditandatanganinya perjanjian antara Kaum Adat dengan pihak Belanda yang menjadikan kawasan Kerajaan Pagaruyung berada dalam pengawasan Belanda.Sebelumnya kerajaan ini tergabung dalam Malayapura, sebuah kerajaan yang pada Prasasti Amoghapasa disebutkan dipimpin olehAdityawarman, yang mengukuhkan dirinya sebagai penguasa Bhumi Malayu di Suwarnabhumi. Termasuk pula di dalam Malayapura adalah kerajaan Dharmasraya dan beberapa kerajaan atau daerah taklukan Adityawarman lainnya.

5. Kerajaan Malaka (1405 – 1511 M)

Kerajaan malaka berdiri di Malaka, Malaysia, dan Riau, Indonesia. Ppada 1409 M, Islam mudah diterapkan sebagai hukum kerajaan. Kerajaan Malaka didirikan oleh Parameswara antara tahun 1380-1403 M. Parameswara berasal dari Sriwijaya, dan merupakan putra Raja Sam Agi. Saat itu, ia masih menganut agama Hindu. Ia melarikan diri ke Malaka karena kerajaannya di Sumatera runtuh akibat diserang Majapahit.

Pada saat Malaka didirikan, di situ terdapat penduduk asli dari Suku Laut yang hidup sebagai nelayan. Mereka berjumlah lebih kurang tiga puluh keluarga. Raja dan pengikutnya adalah rombongan pendatang yang memiliki tingkat kebudayaan yang jauh lebih tinggi, karena itu, mereka berhasil mempengaruhi masyarakat asli.

Kemudian, bersama penduduk asli tersebut, rombongan pendatang mengubah Malaka menjadi sebuah kota yang ramai. Selain menjadikan kota tersebut sebagai pusat perdagangan, rombongan pendatang juga mengajak penduduk asli menanam tanaman yang belum pernah mereka kenal sebelumnya, seperti tebu, pisang, dan rempah-rempah.

6. Kerajaan Cirebon (1430 – 1677 M)

Kerajaan Cirebon terletak di Jawa Barat. Pada 1479 M, dibawah pimpinan Sunan Gunung Jati, Islam disebarkan di seluruh wilayah di Jawa Barat. Kerajaan Cirebon merupakan bagian dari administratif Jawa Barat.

Cirebon sendiri mempunyai arti seperti di daerah-daerah lainnya. Cirebon berasal dari bahasa sunda “ci” yang berarti air, sedangkan “rebon” berarti udang. Cirebon mempunyai ati sungai udang atau kota udang. Cirebon didirikan pada 1 Sura 1445 M, oleh Pangeran Cakrabuana.

Pada  tahun 1479 M Pangeran Cakrabuana sebagai penguasa Cirebon yang bertempat di kraton Pakungwati Cirebon menyerahkan kekuasaannya pada Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati adalah seorang menantu Pangeran Cakrabuana dari ibu Ratu Mas Rara sasantang. Sejak inilah Cirebon menjadi negara merdeka dan bercorak Islam.

7. Kerajaan Demak (1475 – 1548)

Demak menjadi tempat berkumpulnya para wali seperti Sunan Kalijaga, Muria, Kudus, dan Bonang, sebagai pusat penyebaran Islam. Demak merupakan kesultanan atau kerajaan islam pertama di pulau jawa. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478. Raden Patah adalah bangsawan kerajaan Majapahit yang menjabat sebagai adipati kadipaten bintara, Demak.

Baca: Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Demak Serta Runtuhnya

Letak kerajaan Demak berada di tepi pantai utara pulau jawa. Kerajaan ini sering dikunjungi oleh pedagang-pedagang islam dan pedagang asing. Sampai abad ke-15, Demak dibawah kekuasaan Majapahit, namun setelah Majapahit mundur, Demak berkembang pesat sebagai tempat penyebaran agama Islam dan tempat perdagangan yang ramai.

Nah itulah daftar kerajaan-kerajaan Islam tertua di Indonesia berdasarkan tahun berdirinya. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai informasi kerajaan dan semoga bermanfaat untuk Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here