Kolusi adalah? Pengertian Kolusi dan Nepotisme

55

Pengertian Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme – Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah Negara, dan keselamatan segenap bangsa.

KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) menjadi salah satu ancaman nasional karena dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara dalam spektrum nasional. Meskipun korupsi bersifat soft power, tetapi memiliki daya rusak yang tidak kalah besar dari ancaman hard power. KKN dapat dikategorikan sebagai ancaman terhadap warga negara karena dapat menggangu stabilitas keamanan rakyat dalam menjalankn kehidupan sehari-hari.

Kolusi dan Nepotisme merupakan serangkaian contoh dari tindakan kasus-kasus Pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. KKN sendiri merupakan singkatan dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), yaitu salah satu perbuatan yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Perbuatan ini sangat merugikan bagi orang banyak dan hanya menguntungkan segelintir orang saja sehingga sangat tidak sesuai dengan nilai luhur Pancasila.

Mungkin banyak yang sudah tahu mengenai apa yang dimaksud dengan Korupsi, karena korupsi masih dilakukan oleh beberapa orang di negeri ini. Korupsi adalah perbuatan menyelewengkan/ menyalahgunakan/ menggelapkan uang negara atau uang yang bukan haknya hanya untuk kepentingan pribadi maupun orang lain.

Pengertian Kolusi dan Nepotisme

Kolusi adalah bentuk kerja sama antara pejabat pemerintah dengan oknum lain secara ilegal (melanggar hukum) untuk mendapatkan keuntungan material bagi mereka sendiri yang dilakukan secara rahasia, ilegal, dan melanggar hukum hanya untuk mendapatkan keuntungan bagi para pelakunya.

Baca: Sejarah Berakhirnya Orde Baru dan Lahirnya Reformasi di Indonesia

Nepotisme adalah perbuatan pemanfaatan jabatan untuk memberi pekerjaan, kesempatan, atau penghasilan, bagi keluarga atau kerabat dekat pejabat (mengutamakan keluarga sendiri) di dasari rasa kesukaan dan kecenderungan bukan karena kemampuan, untuk memegang suatu jabatan, sehingga menutup kesempatan bagi orang lain.