Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Demak Serta Runtuhnya

243

Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Demak – Mengetahui latar belakang berdirinya Kerajaan Demak merupakan hal yang cukup penting. Dalam dakwah Islam di Pulau Jawa, Demak merupakan salah satu kerajaan yang memegang peran khusus. Kerajaan ini tidak hanya hadir sebagai bentuk kekuatan masyarakat baru, namun juga sebagai salah satu pusat persebaran agama Islam di Pulau Jawa pada waktu itu.

Dengan mengetahui latar belakang berdirinya kerajaan ini, tentu Anda bisa melihat bagaimana keadaan Demak dan Jawa pada umumnya pada masa itu. Pemahaman akan sejarah juga penting terutama untuk generasi penerus. Dengan mempelajari sejarah, akan tersimpan memori perjuangan yang bisa meningkatkan semangat untuk terus berdakwah.

Awal Berdirinya Kerajaan Demak

Latar belakang berdirinya Kerajaan Demak tidak bisa dilepaskan dari kemunduran yang dialami oleh Majapahit. Pada zaman sebelumnya, Majapahit adalah kerajaan yang sangat kuat. Kekuasaan Majapahit membentang hampir ke seluruh nusantara dan beberapa negara sekitar. Kerajaan ini terkenal dengan sumpah Palapa dari Gajah Mada.

Ya, adipati Gajah Mada berikrar sumpah yang tidak akan makan enak jika belum berhasil mempersatukan seluruh nusantara. Dengan sumpahnya ini, Majapahit secara perlahan melakukan perluasan wilayah dan memperkuat kerajaannya. Kekuasaan Majapahit tersebut berlangsung sangat lama dan semakin tak terbendung.

Akan tetapi, menjelang akhir abad 15, Majapahit mengalami kemunduran. Kemunduran ini disebabkan oleh konflik internal. Konflik perebutan tampuk kepemimpinan dari para putra mahkota mau tak mau membuat Majapahit bergejolak. Terpisahnya anggota kerajaan menjadi beberapa kubu membuat konsentrasi kerajaan menjadi terpecah.

Konflik di Majapahit timbul dan semakin mencekam. Karena hal inilah daerah kekuasaan Majapahit satu demi satu memberontak dan melepaskan diri, termasuk kerajaan Demak dan beberapa daerah lain di sekitar pantai utara Jawa.

Daerah Demak waktu itu dipimpin oleh Raden Patah. Ia memanfaatkan momentum kacaunya kondisi Majapahit untuk memisahkan diri dari pengaruh kerajaan di Jawa Timur tersebut. Di Demak sendiri, pengaruh Islam cenderung lebih kuat dibandingkan dengan pengaruh Hindu yang terkembang sejak kekuasaan Majapahit.

Nah, kondisi tersebut merupakan latar belakang berdirinya Kerajaan Demak pertama kali. Setelah itu, Raden Patah berikrar mendirikan Kerajaan Demak yang berlandaskan Agama Islam.

Mendapat Dukungan Wali Sanga

Kekacauan yang terjadi di Majapahit bukan merupakan satu-satunya latar belakang berdirinya Kerajaan Demak di Pulau Jawa. Pada saat itu, kondisi masyarakat di Demak sudah mengenal Islam yang dibawa oleh Wali Sanga. Mereka, para wali, adalah mubalig yang dikirim oleh Kerajaan Turki untuk menyebarkan Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Demak merupakan salah satu daerah awal yang mendapatkan pencerahan agama Islam. Para wali berdakwah dari satu tempat ke tempat lain dan berhasil mengenalkan agama Islam pada masyarakat awam di Demak. Mengetahui kondisi Majapahit yang carut-marut, para wali tersebut mendukung Raden Patah.

Para wali berkesimpulan bahwa Raden Patah akan mendukung gerak Islam di tanah Demak. Benar saja, Kerajaan Demak didirikan sebagai kerajaan bercorak Islam pertama di Pulau Jawa. Dengan dukungan para wali, kekuatan Kerajaan Demak terbangun dan mulai menguat.

Tidak hanya itu saja, Demak juga menjadi salah satu pusat pembelajaran agama Islam. Banyak masyarakat luar berasal dari Sunda Kecil, Kalimantan, Maluku dan Sulawesi yang datang untuk menimba ilmu di Demak. Kondisi ini tentu saja membuat para wali senang. Peran mereka dalam latar belakang berdirinya Kerajaan Demak berbuah sangat manis.

Demak Menguasai Jalur Perdagangan

Pada saat itu, jalur pantai utara Jawa merupakan kawasan yang sibuk, terutama untuk keperluan niaga. Banyak pedagang dari daerah lain yang hilir mudik untuk berdagang di pantai utara Jawa. Kondisi ini tentu menguntungkan Demak karena mendapatkan banyak keuntungan dari ramainya aktivitas perdagangan di sekitar kerajaan mereka.

Selain itu, latar belakang berdirinya Kerajaan Demak yang melepaskan diri dari Majapahit dan berdiri dengan corak Islam membuat beberapa kerajaan kecil lain ingin bergabung. Beberapa daerah lain, seperti Cirebon, Sunda Kelapa dan Banten bersatu dengan Demak. Kesamaan ideologi dan corak Islam membuat mereka bersemangat untuk membuat kerajaan Islam terbesar.

Demak menjelma menjadi sebuah kerajaan yang sangat kuat. Kekuasaannya bertambah dan pasukannya pun semakin kuat. Tidak hanya itu, dakwah Islam di wilayah ini pun bertambah masif dan bisa dikatakan mencapai puncaknya.

Keruntuhan Kerajaan Demak

Kemakmuran dan kondisi masyarakat yang nyaman ternyata tidak bisa bertahan lama di Demak. Adanya perselisihan di kalangan keluarga membuat kondisi kerajaan yang dibangun oleh Raden Patah ini ketar-ketir. Tercatat ada cukup banyak perselisihan yang berujung pertarungan yang terjadi di dalam kerajaan.

Puncak perselisihan tersebut terjadi pada tahun 1554 di mana terjadi pemberontakan Jaka Tingkir pada Arya Penangsang. Memenangkan perselisihan tersebut, Jaka Tingkir akhirnya memindahkan kerajaan Demak di Pajang dan berganti nama menjadi Kerajaan Pajang.

Demikian ulasan mengenai latar belakang berdirinya Kerajaan Demak hingga keruntuhannya. Semoga bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here