Latar Belakang KAA (Konferensi Asia–Afrika)

720

Latar Belakang KAA – Berakhirnya Perang Dunia 2 pada  Agustus 1945, bukan berarti berakhir pula situasi permusuhan antara negara-negara di dunia terutama antara 2 kakuatan besar antara Amerika Serikat dan juga Uni Soviet. Bahkan di beberapa negara dibagian wilayah benua lain, terutama di banua Asia dan Afrika, masih terdapat beberapa masalah dan muncul masalah baru yang mengakibatkan tidak selesainya permusuhan yang terus berlangsung. Contoh negara yang masih terdapat konflik setelah perang dunia ke 2 berakhirnya adalah di Jazirah Korea, Indo Cina, Palestina, AfrikaSelatan, Afrika Utara.

Masalah-masalah yang terjadi tersebut sebagian disebabkan oleh lahirnya dua blok berkekuatan besar yang bertentangan secara ideology maupun kepentingan, yaitu Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet. Tiap-tiap Blok berusaha menarik negara-negara terutama di kawasan Asia dan afrika agar menjadi pendukung dan pembantu mereka. Dengan adanya hal ini tentaunya mengakibatkan tetap hidupnya atau tetap tumbuhnya suasana permusuhan yang terselubung antar dua Blok tersebut dan juga pendukungnya. Suasana permusuhan tersebut dikenal dengan nama Perang Dingin.

Latar Belakang KAA (Konferensi Asia–Afrika)

Selain itu, timbulnya pergolakan di dunia ini juga masih disebabkan oleh adanya penjajahan sebagian negara di bumi ini, terutama di bagian belahan benua Asia dan Afrika (Sebagian besar negara masih ada yang terjajah). Memang sebelum tahun 1945 atau sebelum perang dunia ke 2 meletus, banyak negara di benua Asia dan Afrika di jajahan bangsa Barat. Tetapi sejak tahun 1945 atau setelah berakhirnya perang dunia ke 2, banyak di daerah kawasan Asia-Afrika menjadi negara merdeka dan banyak pula yang masih memperjuangkan kemerdekaan negara dan bangsa mereka seperti Aljazair, Tunisia, dan Maroko di wilayah Afrika Utara, Vietnam di Indo Cina, dan di ujung selatan Afrika.

Beberapa negara dikawasan Asia-Afrika yang telah merdeka pun masih banyak yang menghadapi masalah-masalah sisa penjajahan seperti Indonesia tentang Irian Barat, India dan Pakistan terpaksa mengungsi, karena tanah air mereka diduduki secara paksa oleh pasukan Israel yang di Bantu oleh amerika Serikat.

Baca juga: Tujuan KAA (Konferensi Asia-Afrika)

Sementara itu bangsa-bangsa di dunia, terutama bangsa-bangsa Asia Afrika sedang dilanda kekhawatiran akibat makin dikembangkannya senjata nuklir yang bisa memusnahkan umat manusia, contohnya yang dilakukan Amerika kepada Jepang.  Situasi dalam negeri dibeberapa Asia-Afrika yang telah merdeka pun masih terjadi konflik antar kelompok masyarakat sebagai akibat masa penjajahan (politik divide et impera) dan perang dingin antar 2 blok berkekuatan besar tersebut.

Walaupun pada masa itu telah ada badan internasional untuk menciptakan perdamaian dunia yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas menangani masalah-masalah dunia, namun nyatanya badan ini belum berhasil menyelesaikan persoalan tersebut. Sedangakan kenyataannya, akibat yang ditimbulkan oleh masalah-masalah tersebut, sebagian besar diderita oleh bangsa-bangsa di kawasan Asia Afrika. Dan Keadaan itulah yang melatarbelakangi lahirnya gagasan untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika.