Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia

36

Sudah sejak dulu bangsa barat melakukan perbuatan kolonialisme dan imperalisme di wilayah benua lainnya, terutama di Asia dan juga Afrika. Kolonialisme memiliki arti perluasan wilayah dengan membentuk negara-negara koloni diseberang lautan dan tunduk pada negara induk. Sedangkan imperalisme memiliki arti perluasan wilayah hingga diluar batas wilayah negara aslinya.

Contoh negara barat yang melakukan perbuatan tersebut adalah kekuasaan Inggris di India, Malaysia, dan Singapura, Perancis di Indo-cina, Belanda di Indonesia. Sedangkan contoh yang melakukan imperalisme adalah Jepang yang menduduki Indo-Cina, Myanmar, Philipina, dan Indonesia.

Indonesia sejak dulu juga terkenal dengan hasil rempah-rempahnya yang melimpah, oleh karena itu ada beberapa bangsa barat yang pernah menduduki wilayah di Indonesia, seperti Belanda, Portugis, Spanyol, Inggris, dan Prancis. Sedangkan di Asia, Jepang juga pernah menjajah Indonesia sebelum kalah dalam perang dunia ke-2 dan memberi janji kemerdekaan ke Indonesia.

Nah, berikut ini alasan atau beberapa faktor yang melatarbelakangi bangsa barat datang ke Indonesia dan juga negara di wilayah Asia lainnya.

1. Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki tahun 1453

Pada tahun 1463, Sultan Turki Usmani, Sultan Mekmed II menaklukkan kota Konstantinople dan mengahiri Kekaisaran Romawi Timur. Turki Usmani lalu menjadikan Konstantinople sebagai ibukota baru, menggantikan Edirne.

Penaklukkan ini memiliki dampak besar bagi Eropa. Para ilmuwan Yunani dari Konstantinople mengungsi ke Italia dan negara Eropa lainya. Mereka membawa ilmu pengetahuan dan buku-buku Yunani Kuno yang sangat berharga dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa.

Contoh pengungsi Yunani di Eropa adalah Demetrios Chalkokondyles, ilmuwan Yunani yang mengungsi dan menjadi pengajar di universitas-universitas ternama Eropa saat itu, di Padua, Fiorentina dan Milan.

Selain itu takluknya Konstantinople menutup jalur perdagangan Eropa ke Asia. Sebelumnya Konstantinople merupakan pusat perdagangan penting. Republik Maritim Italia yaitu Genoa dan Venesia memiliki kongsi dagang di Konstantinople. Dari sini mereka membeli rempah-rempah, sutera dan barang berharga lain dari Asia yang dibawa pedagang Yunani dan Arab.

Dengan takluknya kota ini, Turki Usmani bisa memonopoli perdagangan Eropa dengan Asia. Ini mendorong negara Eropa seperti Portugal dan Spanyol untuk mencari jalur perdagangan alternatif ke Asia dengan mengitari benua Afrika dan melalui jalur barat. Dalam penjelajahannya, negara-negara ini akhirnya menemukan Benua Amerika.

2. Dampak dari Perang Salib

Perang Salib (491 H – 692 H/ 1097 M – 1292 M) ialah suatu peperangan yang dilakukan oleh umat Kristen Eropa terhadap umat Islam dengan tujuan untuk membebaskan Palestina, khususnya kota suci Yerusalam dan kekuasaan umat Islam.

Penyebab terjadinya perang salib:

  • Kekalahan Romawi Timur pada Pertempuran Manzikert oleh Turki Seljuk
  • Ceramah agama dari Paus Urban II
  • Permintaan bantuan dari Kaisar Alexios Komnenos
  • Keinginan dari umat Kristen Katolik di Eropa Barat untuk membebaskan Jerusalem
  • Keinginan bangsawan Katolik di Eropa Barat untuk meluaskan kekuasaan
  • Keinginan republik maritim Genoa dan Venesia untuk meluaskan perdagangan mereka
  • Perpecahan di antara kesultanan Islam

Salah satu dampak dari perang salib diantaranya adalah Jalur perdagangan Eropa dan Timur Tengah menjadi terputus. Apalagi dengan dikuasainya Konstantinopel, maka para pedagang Eropa mulai mencari jalan lain untuk mendapatkan rempah-rempah secara langsung. Akhirnya banyak bangsa-bangsa barat yang mencari rempah-rampah hingga ke Asia terutama ke Indonesia.

3. Kemajuan pengetahuan dan teknologi

Sejak adanya kemajuan teknologi seperti adanya kapal, kompas dan meriam membuat bangsa barat bisa berkelana ke penjuru dunia hingga ke perairan Asia dan ke Indonesia. Hal tersebut mendorong bangsa Barat berlomba melakukan penjelajahan samudra dan berusaha mencari daerah Asia (Hindia Timur) guna mendapatkan rempah-rempah, walaupun mereka saling berebut wilayah.

4. Pengaruh Buku dari Tokoh Terkenal

Latar belakang bangsa barat bisa datang ke Indonesia adalah akibat dari beberapa buku dari tokoh dunia. Seperti tulisan Marcopolo dalam bukunya Book of Various experiences (keajaiban dunia) yang berisi kisah perjalanan Marcopolo yang menceritakan bahwa daerah Asia alamnya sangat indah, subur dan memiliki banyak kekayaan alam. Selain itu buku tulisan Tom Pires (Suma Orriental) juga  mengatakan bahwa Asia tanahnya sangat subur dan iklimnya baik.

5. Mewujudkan Konsep 3G (Gold, Glory, Gospel)

Semboyan yang melatarbelakangi praktik kolonialisme dan imperalisme oleh bangsa-bangsa Eropa dikenal dengan istilah 3G, yaitu singkatan dari Gold, Glory, dan Gospel. Sejak abad pertengahan bangsa-bangsa Eropa mulai tergerak untuk melakukan praktik kolonialisme dan imperialisme. Bangsa-bangsa Eropa mulai tergerak untuk membuka diri dengan adanya perkembangan teknologi sehingga bangsa-bangsa Eropa mulai mencari daerah-daerah baru dengan didasari semboyan 3G. Semboyan yang menjadi motif dari praktik kolonialisme dan imperalisme adalah gold, gospel, dan glory.

Gold (memiliki arti kekayaan)
Gold merupakan motif mencari kekayaan. Pada abad pertengahan, rempah-rempah merupakan komoditas utama perdagangan dunia. Negara-negara Eropa memiliki keadaan geografis dan astronomis yang tidak memungkinkan untuk menghasilkan rempah-rempah. Untuk mendapatkan keuntungan dan kekayaan yang berlimpah maka negara-negara Eropa mencari daerah-daerah jajahan yang dapat menghasilkan rempah-rempah sebagai komoditas perdagangan mereka.

Glory (memiliki arti kejayaan)
Glory merupakan motif bangsa Eropa melakukan praktik kolonialisme dan imperialisme untuk membangun dan mengembalikan kejayaan yang dimiliki bangsa Eropa pada zaman dahulu. Pada saat Islam berada di bawah pemerintahan Bani Umayyah, Islam berhasil menguasai sebagian wilayah Eropa antara lain dengan menaklukkan bangsa Portugis. Hal ini yang menjadi motif bangsa Portugis melakukan praktik kolonialisme dan imperialisme.

Gospel (memiliki arti agama)
Bangsa-bangsa Eropa menerapkan praktik kolonialisme dan imperialisme yang dilandasi motif menyebarluaskan  agama tertentu ke seluruh dunia yaitu agama Katolik dan Kristen. Tetapi hanya beberapa negara Eropa yang memiki motif gospel, di antaranya Portugis dan Spanyol. Portugis dan Spanyol merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik dan sangat menghormati dan menaati Paus di Vatikan. Pauslah yang menyerukan agar di setiap misi penjelajahan yang dilakukan disertakan misi penyebaran Katolik. Di setiap misi penjelajahan Portugis dan Spanyol ke daerah-daerah baru, mereka selalu menyisipkan misionaris atau pemuka agama untuk menyebarkan agama. Salah satu bukti motif gospel adalah setiap benteng yang dibangun oleh Portugis maupun Spanyol di Asia selalu terdapat bangunan gereja.

Referensi:
https://brainly.co.id/tugas/316993
https://brainly.co.id/tugas/1031526

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here