Latar Belakang Pemberontakan Andi Azis di Sulawesi Selatan

346

Latar Belakang Pemberontakan Andi Azis – Pemberontakan yang dilakukan oleh Andi Azis di Makasar tahun 1950 adalah salah satu pergolakan atau kekacauan internal yang dialami oleh bangsa Indonesia pada masa setelah kemerdekaan Indonesia.

Kemerdekaan Indonesia yang seharusnya disikapi dengan bersyukur, karena sudah terbebas dari kolonialisme barat, nyatanya masih ada beberapa keadaan di wilayah Indonesia yang mencoba untuk berpisah dari Ibu pertiwi ini. Pergolakan seperti ini seharusnya tidak perlu dilakukan karena kita sudah terbebas dari apa yang namanya penjajahan atau kolonialisme yang pernah melanda Indonesia.

Salah satu pergolakan yang terjadi di Indonesia setelah Mencapai kemerdekaan adalah Pemberontakan Andi Azis yang terjadi di Sulawesi Selatan dibawah pemimpinan Andi Azis sendiri. Lalu apa latar belakang Andi Azis melakukan pemberontakan? Berikut penjelasannya!

Latar Belakang Pemberontakan Andi Azis di Sulawesi Selatan

Latar Belakang Pemberontakan Andi Azis

Latar belakang pemberontakan Andi Azis adalah karea adanya penolakan terhadap masuknya pasukan APRIS dari unsur TNI ke Sulawesi Selatan. Kaptem Andi Azis sendiri merupakan seorang perwira KNIL yang baru diterima masuk ke dalam APRIL.

Ppada tangal 20 Maret 1950, Andi Azis bersama dengan pasukannya melakukan penggabungan diri ke dalam APRIL di hadapan Letnan Kolonel A.J. Mokoginta (Beliau merupakan Panglima Tentara dan Teritorium Timur).

Sementara itu, datangnya pasukan TNI dibawah pimpinan Mayor H.V. Worang ke Makassar adalah karena mengkhawatirkan pasukan KNIL yang dipimpin oleh Andi Azis. Dengan adanya hal tersebut, pasukan KNIL yang merasa tersaingi oleh pasukan TNI yang akan datang ke Sulawesi Selatan.

Karena hal itu, Andi Azis dan pasukannya menyatakan diri sebagai pasukan bebas dan mulai melakukan serangan-serangan terjadap markas besar TNI di wilayah Makassar. Pada saat melakukan penyerangan tersebut, Andi Azis berhasil melakukan penawanan terhadap beberapa orang TNI, salah satu diantaranya adalah Letnan Kolonel A.J, Mojoginta.

Untuk mengatasai pemberotakan yang dilakukan oleh Andi Azis dan pasukannya tersebut, pemerintah kemudian melakukan intruksi agar Andi Azis dalam waktu kurang dari 4X24 jam harus menghadap ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbutannya.

Pada waktu yang bersamaan, pemerintah mengirimkan sebuah pasukan ekspedisi ke Sulawesi Selatan dibawah pimpinan Kolonel A.E Kawilarang. Selain itu, Andi Azis juga disuruh untuk mengembalikan semua senjata dan melepaskan semua tawanan yang ditahan Andi Azis.

Sebenarnya Andi Azis berencana menyerahkan diri kepada pemerintah, namun pelaporan dirinya terlambat. Sehingga ia ditangkap dan dicap sebagai pemberontak. Setelah Andi Azis berhasil di tangkap, kekuatan pasukan Andi Azis yang telah ditinggal pemimpinnya semakin melemah.

Akhirnya, pasukan Andi Azis berhasil dilucuti dan ditangkap oleh APRIL. Setela peristiwa pemberontakan tersebut wilaya Sulawesi Selatan, terutama Makassar sudah pulih kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here