Nama Bola Bulu Tangkis dan Sejarahnya

38

Apa nama bola bulu dalam Bulu Tangkis? Namanya adalah Kok atau nama lainnya dalam bahasa inggris berarti “Shuttlecock”. Kok merupakan sebuah bola yang digunakan dalam permainan Bulu Tangkis yang terbuat dari rangkaian bulu dan juga gabus. Bulu yang digunakan biasanya terbuat dari bulu angsa ada juga yang menggunakan Entok (Itik serati), sedangkan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus.

Kok atau Shuttlecock sendiri memiliki bentuk kerucut, dengan beberapa karakteristik seperti berikut:

  • Kok sesuai standart harus memiliki bulu berjumlah 16 buah.
  • Semua bulu harus memiliki panjang sama antara 62 mm dan 70 mm.
  • Ujung dari bulu-bulu harus membentuk lingkaran dengan diameter antara 58 mm dan 68 mm.
  • Semua bulu dalam kok harus menjadi satu kesatuan yang kuat.
  • Pangkal kok atau kepala kok harus berbentuk setengah bola dan harus memiliki diameter antara 22 mm dan 28 mm.
  • Berat kok seluruhnya harus antara 4,47 gram dan 5,50 gram.

Dalam pertandingan resmi bulu tangkis atau badminton, kok yang digunakan harus berkualitas bagus dan juga tahan lama. Dengan teknologi yang sudah semakin maju, kok bisa dimanipulas dengan berbagai tingkat kecepatan yang berbeda jika dipukul.

Sejarah Shuttlecock (Kok) dan Bulu Tangkis

Sejak Badminton atau Bulu Tangkis menjadi olahraga resmi dalam olimpiade sejak Olimpiade XXV di Barcelona pada tahun 1992, sejarah bulu tangkis mulai ditelusuri terutama untuk Kok atay Shuttlecock. Shuttlecock telah ditelusuri lebih dari dua ribu tahun lalu. Shuttlecock (Kok) pertama kali ditemukaan China, saat itu dimainkan dalam sebuah permainan tendangan pada abad ke-5 SM, yang kala itu disebut dengan “Ti Jian Zhi”. Setelah itu diyakini telah menyebar ke wilayah dunia lainnya, seperti di India, Cina dan Siam (kini bernama Thailand.

Sulit untuk mengatakan bagaimana permainan bulutangkis berevolusi dari sejarah masa lalu. Sumber paling awal yang diketahui adalah dalam gambar Yunani kuno menggambarkan permainan yang serupa dimainkan seperti Bulu Tangkis dengan kok lebih dari dua ribu tahun yang lalu. Tidak pasti bagaimana itu menjadi permainan tradisional yang disebut battledore dan shuttlecock di Eropa pada akhir abad ke-16, atau Jeu de Volant yang berarti “permainan terbang” dalam bahasa Prancis. Pada waktu itu dimainkan dengan dayung tangan kecil yang terbuat dari kayu. Shuttlecock sering disebut “burung” saat itu karena terbuat dari bulu dengan gabus terpasang di pangkalnya. Permainan sosial dimainkan dengan memukul balik kok kembali ke sana ke mari ke pemain lain, tetapi tanpa jaring memisahkan mereka seperti yang kita miliki sekarang.

Battledore dan shuttlecock diperkenalkan ke India dari permainan Poona. Poona saat ini bernama Pune di India, itu adalah yang terbesar kedua di negara bagian Maharashtra setelah Mumbai. Saat itu, permainan menjadi populer di kalangan perwira tentara Inggris dan kemudian poona dibawa kembali ke Inggris. Permainan menjadi sangat populer selama tahun 1870-an dan 1880-an sebagai permainan luar ruangan untuk hiburan waktu luang. “Ayah” bulutangkis secara umum diterima sebagai Adipati Beaufort yang tinggal di Gloucestershire, sekarang disebut Avon, di Inggris. Kediaman Duke disebut Badminton House di perkebunan Badminton, dengan demikian menjadi nama permainan.

Klub bulutangkis lainnya mulai didirikan di Inggris dan kemudian negara lain. Karena ada kebutuhan untuk membakukan permainan, sebuah badan internasional bernama International Badminton Federation (IBF) dibentuk pada tahun 1934. Saat ini IBF dikenal sebagai Badminton World Federation (BWF) yang diberdayakan oleh International Olympic Committee (IOC) sebagai badan yang mengatur dunia untuk olahraga bulutangkis. Badminton muncul pertama di Olimpiade 1972 di Munich, sebagai olahraga demonstrasi. Ini kemudian menjadi olahraga resmi hanya di Olimpiade 1992 di Barcelona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here