Naskah Proklamasi Disusun oleh Berapa Orang?

39

Banyak kejadian di masa lalu yang cukup penting bagi bangsa Indonesia, salah satunya adalah peristiwa proklamasi. Proklamasi memagang peranan yang sangat penting dalam sejarah berdirinya bangsa Indonesia. Peristiwa penting ini terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945, dan menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia diraih dengan tangan sendiri, bukan dari pihak manapun, terutama penjajah. Dan hal tersebut juga menjadi jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada waktu itu dibacakan sendiri oleh Presiden Soekarno dan menjadi bukti kepada sleuruh dunia bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa dan negara yang merdeka dan tidak boleh ada pihak manapun yang menajajah bangsa Indonesia, baik secara fisik, mental dan aspek-aspek lainnya.

Naskah Proklamasi Disusun oleh Berapa Orang?

Naskah proklamasi penyusunannya dilakukan oleh 3 orang yaitu ir. Soekarno, Mohammad Hatta, dan Achmad Soebardjo. Serta disaksikan oleh 4 orang, yaitu B.M Diah, Soekarno, Sayuti Melik, dan Mbah Sudiro.

Dalam perumusan naskah proklamasi tersebut, Ir. Soekarno membuat sebuah komsep yang kemudian disempurnakan oleh pendapat dari Moh. Hatta dan juga Achmad Soebardjo. Pada teks proklamasi, di dalamnya terdapat nama Ir. Soekarno dan Moh. Hatta sebagai wakil yang mengatasnamakan bangsa Indonesia, dan hal ini merupakan usulan dari Soekarni.

Pada awalnya, Ir. Soekarno hanya menyarankan agar seluruh orang yang hadir pada penyusunan naskah proklamas tersebut melakukan tandatangan sebagai wakil bangsa Indonesia. Saran ini juga diperkuat dengan usulan Moh. Hatta yang mengambil contoh Declaration of Independence (Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat) yang ditandatangani oleh utusan dari 13 negara bagian.

Namun, usulan ini ditentang oleh Soekarni (sebagai tokoh pemuda) dan menyarankan agar Ir. Soekarno dan Moh. Hatta, saja yang menandatangani naskah proklamasi sebagai wakil dari Bangsa Indonesia, dan kemudian usulan dari Soekarni ini diterima semuanya.

Pengetikan naskah proklamasi sendiri dilakukan oleh Sayuti Melik dengan perubahan-perubahan yang telah disepakati bersama.

Pada saat proses penyusunan teks proklamasi kemerdekaan, ada hal yang terjadi yang cukup menarik. Dimana Shigetada Nishijima yang pada waktu itu berada dekat dengan ruangan penyusunan teks proklamasi dan sedang mabuk, ia mengatakan bahwa pemindahan kekuasaan yang dimaksud dealam teks proklamasi haruslah merujuk pada kekuasaan yang bersifat administratif.

Namun, Bung Karno menegaskan bahwa ini merupakan transfer of power dan bukan sekedar administratif. Walaupun begitu, hingga sekarang masih beredar kabar burung yang mengatakan bahwa klain Nishijima-lah yang benar terkait konteks pemindahan kekuasaan yang ada pada Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here