Pengertian Suaka Margasatwa dan Contohnya di Indonesia

846

Suaka Margasatwa adalah suatu bentuk perlindungan yang diberikan kepada hewan atau binatang yang hampir punah.  Sedangkan jika diterjemahkan dari setiap kata suaka margasatwa merupakan gabungan dari tiga kata, yaitu suaka (perlindungan), marga (turunan), dan satwa (hewan). Jadi suaka margasatwa adalah kawasan hutan suaka (perlidungan) alam yang mempunyai ciri khas sendiri berupa keanekaregaman atau memiliki keunikan jenis satwa yang hampir punah atau satwa yang membutuhkan perlindungan bagi kelangsungan hidupnya.

Daerah suaka margasatwa biasanya menampung binatang yang hampir punah yang mempunyai nilai khas bagi ilmu pengetahuan dan kebanggaan nasional. Contoh binatang yang berada di suaka margasatwa Indonesia adalah Harimau sumatra, komodo, tapi, orang hutan, dan binatang lain yang hampir punah dengan ciri khas unik.

Pengertian Suaka Margasatwa dan Contohnya di Indonesia

Melestarikan hewan atau tumbuhan yang hampir punah bisa dilakukan dengan cara yang disengaja atau tidak di sengaja (alami) guna menjaga kelangsungan hidup dari flora dan fauna. Dengan dibentuknya taman nasional dan cagar alam bisa menjadi sarana untuk melestarikan sekaligus melindungi jenis flora dan fauna yang ada di Indonesia baik agar tidak mengalami kepunahan serta nantinya dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan di masan mendatang.

Suaka Margasatwa di Indonesia

Berikut 5 contoh suaka margasatwa di indonesia:

1. Pulau Komodo dan Rinca
Terletak di antara Sumbawa dan Flores, pulau Komodo dan Rinca adalah rumah bagi komodo.Dalam Lonely Planet disebutkan, kadal terbesar di dunia ini biasa disebut ora oleh penduduk setempat.Panjang komodo dapat mencapai 3 m dan beratnya dapat mencapai 100 kg.Komodo mampu berburu dan memakan hewan sebesar rusa dan kerbau sendirian.Kemudian, spesies jantannya juga sering mencoba memakan telur milik spesies betina.

Selain komodo, National Geographic memaparkan, di Pulau ini juga terdapat bermacam-macam kelompok burung yang menarik untuk diamati. Di antaranya kuau hitam timor, pergam (merpati) hijau, kepodang kuduk hijau, tekukur, perkutut, gagak flores, dan srigunting wallacea. Tak lupa, juga terdapat ayam hutan.

2. Taman Nasional Tanjung Puting
Menurut Lonely Planet, Taman Nasional Tanjung Puting adalah salah satu tempat terbaik di dunia untuk melihat orangutan. Taman Nasional Tanjung Puting terletak di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah. Taman Nasional ini merupakan lokasi pertama di Indonesia yang menjadi pusat rehabilitasi orangutan, salah satu satwa langka yang dilindungi.

Tanjung Puting juga merupakan rumah bagi banyak beruang madu, babi hutan, macan tutul, kucing tutul, ular, siamang, landak, rusa Sambar, dan banyak binatang lain.

3. Taman Nasional Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas terbentang seluas 1300 km persegi di hutan dataran rendah, di sekitar Sungai Way Kambas, di pantai timur Lampung.Tempat ini merupakan rumah bagi spesies-spesies yang keberadaannya hampir punah seperti gajah, badak, dan harimau.Departemen Kehutanan menjelaskan, gajah-gajah liar di kawasan ini dilatih di Pusat Latihan Gajah, yang didirikan pada tahun 1985. Mereka dapat dijadikan sebagai gajah tunggang, atraksi, angkutan kayu, dan pembajak sawah.Sampai saat ini, Pusat Latihan Gajah telah berhasil mendidik dan menjinakkan gajah sebanyak 290 ekor.

4. Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Gunung Leuser sudah ada sejak tahun 1920-an, pada zaman Pemerintah Kolonial Belanda, melalui serangkaian proses penelitian dan eksplorasi seorang ahli geologi Belanda bernama F.C. Van Heurn. Secara administrasi, Taman Nasional Gunung Leuser terletak di dua provinsi yaitu Aceh dan Sumatera Utara.Taman Nasional ini juga dikenal sebagai Kawasan Ekosistem Leuser yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.Di tempat ini, terdapat 130 spesies seperti harimau sumatera, gajah, badak, siamang, kera, macan tutul, dan lain-lain.Lalu, juga terdapat 325 spesies burung.

5. Taman Nasional Wasur
Berlokasi di Papua, Taman Nasional Wasur merupakan lahan basah yang sangat luas. Lahan basah di Taman Nasional ini menjadi ekosistem paling produktif dalam menyediakan bahan pakan dan perlindungan bagi kehidupan berbagai jenis ikan, udang, dan kepiting yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Satwa yang umum dijumpai di Taman Nasional ini di antaranya kanguru pohon, kesturi raja, kasuari gelambir, dara mahkota/mambruk, cendrawasih kuning besar, cendrawasih raja, cendrawasih merah, buaya air tawar, dan buaya air asin.

Dengan adanya konservasi tersebut diharapkan flora dan fauna bisa terjaga hingga masa mendatang dan juga tidak mengalami kepunahan. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai pengertian suaka margasatwa dan semoga bermanfaat.