Perbedaan Pernapasan Dada dan Perut (Fase Inspirasi dan Ekspirasi)

Perbedaan Pernapasan dada dan Pernapasan Perut – Dalam materi mata pelajaran Biologi, khususnya di kelas 6 SD pasti diajarkan materi mengenai “Sistem Pernafasan pada Manusia“. Disitu akan diajarkan mengenai sistem pernapasan manusia, yaitu pernapasan perut dan pernapasan dada, karena manusia hanya dapat bernafas menggunakan pernafasan dada dan pernafasan perut. Lalu apa perbedaan pernapasan dada dan perut beserta fase inspirasi dan fase ekspirasi. Berikut penjelasan lengkapnya.

Pernapasan adalah pertukaran gas antara makhluk hidup (organisme) dengan lingkungan. Pernapasan adalah suatu proses dimana kita menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air).

Perbedaan Pernapasan Dada dan Pernapasan Perut

Perbedaannya adalah Pernafasan dada menggunakan tulang rusuk dan otot disekitarnya untuk mengatur masuk keluarnya udara, sementara pernafasan perut menggunakan otot diafragma dalam mengatur masuk keluarnya udara.

Fase Inspirasi dan Ekspirasi Pernapasan Dada

Fase inspirasi (menghirup udara) adalah pada saat inspirasi, otot antar tulang rusuk bagian luar berkontraksi sehingga tulang rusuk terangkat dan volume rongga dada membesar. Akibatnya tekanan udara didalam rongga dada lebih kecil dibandingkan udara diluar sehingga udara dari luar masuk kedalam ruang alveoli.

Sedangkan pada saat fase ekspirasi (menghembuskan nafas) adalah otot antartulang rusuk bagian dalam kembali relaksasi sehingga tulang-tulang rusuk sedikit turun. Akibatnya rongga dada menyempit sehingga udara terdorong keluar.

Fase Inspirasi dan Ekspirasi Pernapasan Perut

Pada saat fase inspirasi (menghirup udara), otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar dan volume rongga dada bertambah besar. Akibatnya tekanan di dalam rongga dada mengecil sehingga udara dari luar masuk ke paru-paru.

Sedangkan pada saat fase ekspirasi (menghembuskan nafas), otot dinding rongga perut berkontraksi sedangkan diafragma relaksasi. Akibatnya alat-alat dalam rongga perut terdorong ke atas diafragma dan naik. volume rongga dada menjadi kecil dan tekanan udara menjadi besar sehingga udara terdorong keluar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *