Sejarah Pramuka Seindonesia dan Sedunia Lengkap

450

Pramuka merupakan istulah yang hanya digunakan di Indonesia, sedangkan di dunia pramuka disebut dengan Scout. Gerakan yang disebut dengan Scouting atau Scout Movement ini memiliki tujuan untuk pengembangan para pemuda khususnya di jenjang sekolah mulai dari secara fisik, mental, dan spiritual.

Sejarah pramuka atau Scout di dunia pertama kali dimulai pada 25 Juli 1907 oleh Lord Robert Baden Powell yang saat itu menjabat sebagai Letnan Jendral tentara Inggris dan yang pertama kali mengadakan perkemahan pramuka di pulau Brown Sea, Inggris selama 8 hari 8 malam. Selanjutnya pada tahun 1908, Baden Powel membuat buku tentang prinsip mengenai dasar kepramukaan yang diberi judul “Scouting for Boys” yang artinya pramuka untuk laki-laki.

Selanjutnya pada tahun 1912 ia dibantu adik perempuan bernama Agnes membentuk organisasi pramuka khusus untuk perempuan dengan sebutan “Girls Guides”. Kemudian organisasi kepramukaan khusus perempuan ini pun dilanjutkan oleh istri Baden Powell sendiri.

Pada tahun 1916, kemudian didirikanlah lagi kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (anak srigala). Pedoman kegiatan pramuka tersebut dilakukan berdasarkan sebuah buku yang berjudul “The Jungle Book” karangan Rudyard Kipling.

Pada tahun 1918 Baden Powell kembali membentuk sebuah organisasi lagi bernama Rover Scout, yaitu organisasi pramuka bagi mereka yang telah berusia 17 tahun ke atas. Selang empat tahun kemudian yaitu pada tahun 1922 Baden Powell kembali menerbitkan buku terbarunya dengan judul “Rovering To Succes”, buku ini didalamnya menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju kepantai bahagia.

Sejarah Jambore Pertama Kali
Di tahun 1920 merupakan tahun yang cukup berpengaruh dalam sejarah pramuka dunia, dimana untuk pertama kalinya di adakannya Jambore di dunia. Selain itu, ditahun tersebut pula dibentuk Dewan Internasional pramuka yang beranggotakan 9 orang biro dan biro tersbeut berpusat di London. Selanjutnya biro pramuka putra dunia memiliki lima kantor wilayah di seluruh dunia yaitu Costa Rica, Filipina, Mesir, Swiss, dan Nigeria. Sedangkan untuk putri juga memiliki lima kantor pusat sekretariat di London dan biro kantor wilayah di Amerika Latin, Arab, Asia Pasifik, dan Eropa.

Jambore Dunia pertama kali atau yang ke-I di laksanakan di Olympia Hall, London. Dalam kegiatan itu diundang pula peserta dari 27 Negara di dunia dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World ) atau Bapak Pramuka Dunia.

Sejarah Pramuka di Indonesia

Setelah Boden Powell membentuk Organisasi pramuka dunia, dalam waktu singkat gagasan tersebut menyebar ke berbagai negara di dunia termasuk Belanda. Belanda menamai gerakan pramuka tersebut dengan Padvinder. Pada masa tersebut, Belanda yang masih menguasai Indonesia pun membawah gagasan itu ke Indonesia. Akhirnya mereka pun mendirikan organisasi pramuka tersebut di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging) atau dalam bahasa Indonesia berarti Persatuan Pandu-Pandu Hindia-Belanda).

Dalam perkembangannya, pemimpin-pemimpin gerakan nasional membentuk organisasi kepanduan tersebut dengan tujuan utama membentuk manusia Indonesia yang baik dan siap menjadi kader pergerakan nasional. Dalam waktu singkat muncul berbagai organisasi kepanduan lainnya seperti JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).

Setelah itu pemerintah Hindia-Belanda memberikan larangan penggunaan istilah Padvindery dan K.H. Agus Salim kemudian mengganti nama Padvindery menjadi Pandu atau Kepanduan dan menjadi cikal bakal dalam sejarah pramuka di Indonesia.

Setelah peristiwa sumpah pemuda, kesadaran nasional juga semakin meningkat, dan pada tahun 1930 berbagai organisasi kepanduan di Indonesia terbentuk seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), dan PPS (Pandu Pemuda Sumatra) yang kemudian bergabung melebur menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Pada tahun 1931 dibentuk PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang kemudian pada tahun 1938 berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia).

Pada masa kependudukan Jepang di Indonesia, organisasi Kepanduan dilarang. Oleh karena itu banyak dari tokoh Pandu yang beralih dan memilih masuk ke organisasi bentukan Jepang seperti Keibondan, Seinendan, dan PETA. Setelah Indonesia memproklamasi kemerdekaannya, kembali dibentuk orgasisasi kepanduan dengan nama Pandu Rakyat Indonesia (PRI) pada tanggal 28 Desember 1945 dan menjadi satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia pada kala itu.

Pada tahun 1961 organisasi kepanduan di Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan dan terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) yang berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) yang berdiri pada tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia). Sadar akan kelemahan terpecah-pecah akhirnya ketiga federasi yang menghimpun bergabung menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).

Menurut histori atau pelajaran di Sekolah, sejarah pramuka di Indonesia di anggap lahir pada tahun 1961. Hal tersebut didasarkan pada Keppres RI No. 112 tahun 1961 (tanggal 5 April 1961), tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebutkan Presiden pada 9 Maret 1961.

Tentunya banyak yang bertanya, kenapa peringatan hari Pramuka di peringati pada 14 Agustus?. Hal tersebut dikarenakan pada tanggal 14 Agustus 1961 adalah hari dimana Gerakan Pramuka di perkenalkan di seluruh Indonesia, sehingga di tetapkan sebagai hari Pramuka yang di ikuti dengan pawai besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here