Sejarah Singkat Perkembangan Kerajaan Demak

1213
Sejarah Singkat Perkembangan Kerajaan Demak
5/5 (1)

Sejarah Kerajaan Demak – Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan Demak berdiri pada abad ke-15 M. Hal ini didasarkan pada saat jatuhnya Majapahit pada tahun 1478 dengan ditandai candrasengkala, sirna ilang kertaning bumi yang artinya tahun 1400 saka. Raja pertama kerajaan Demak adalah Raden Patah, yang bergelar Sultan Alam Akbar Al-Fatah. Raden Patah merupakan putra Brawijaya V (Raja  Majapahit terakhir) dengan putri dari Campa.

Kerajaan Demak berkembang menjadi kerajaan besar di bawah kepemimpinan Raden Patah pada tahun 1481-1518. Negeri-negeri di pantai utara Jawa yang sudah menganut Islam mengakui kedaulatan Demak. Bahkan kekuasaan Demak meluas hingga ke Sukadana (Kalimantan Selatan), Jambi dan Palembang. Selain itu, Kerajaan Demak juga tumbuh menjadi kerajaan maritim karena letaknya berada di jalur perdagangan antara Malaka dan Maluku. Oleh karena itulah, Kerajaan Demak disebut sebagai sebuah kerajaan agraris-maritim.

Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Demak telah berjalan teratur, pasalnya sistem pemerintahan diatur dengan hukum Islam. Akan tetapi, norma-norma atau tradisi lama tidak ditinggalkan begitu saja. Salah satu hasil kebudayaan Kerajaan Demak yang cukup terkenal dan hingga sekarang masih tetap berdiri adalah Masjid Agung Demak. Masjid itu merupakan lambang kebesaran Demak sebagai kerajaan bercorak Islam.

Sejarah Singkat Perkembangan Kerajaan Demak

Kerajaan Demak dianggap sebagai pusat utama penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Ajaran Islam berkembang dengan pesat karena didukung oleh peranan Walisongo. Demak banyak melahirkan para wali, seperti Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Muria, dan Sunan Kudus. Peranan sunan-sunan yang berasal dari Demak ini sangat besar dalam penyebaran Islam khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada masa pemerintahan Raden Patah, ia didampingi oleh Sunan Kalijaga yang sangat berjasa dalam pembangunan Masjid Demak tersebut.Selain kaya dengan ukiran-ukiran bercirikan Islam, Masjid Agung Demak juga memiliki keistimewaan lain yaitu salah satu tiangnya dibuat dari kumpulan sisa-sisa kayu bekas pembangunan masjid itu sendiri yang disatukan (tatal). Selain Masjid Agung Demak, Sunan Kalijaga menjadi salah seorang dari Wali Sanga juga pada masa Kerajaan Demak.

Setelah Raden Patah wafat pada tahun 1518, Kerajaan Demak dipimpin oleh Adipati Unus pada periode (1518-1521). Ia menjadi Sultan Demak selama tiga tahun. Kemudian digantikan oleh adiknya yang bernama Sultan Trenggana dalam periode (1521-1546) melalui perebutan takhta dengan Pangeran Sekar Sedo Lepen.

Sultan Trenggana menjadi raja dengan pengaruh terbesar dalam sejarah Demak. Ia sangat cakap menguasai birokrasi pemerintahan dan strategi militer, serta memiliki pandangan jauh ke dapan. Alhasil, Sultan Trenggana berhasil meluaskan kekuasaannya ke daerah pedalaman, seperti berhasil menaklukan Daha (Kediri), Madiun, dan Pasuruan. Namun, pada saat melancarkan ekspedisi melawan Panarukan, Sultan Trenggana terbunuh.

Pada masa Sultan Trenggana, wilayah kekuasaan Kerajaan Demak sangat luas meliputi Banten, Jayakarta, Cirebon (Jawa Barat), Jawa Tengah, dan sebagian daerah di Jawa Timur. Wafatnya Sultan Trenggana pada tahun (1546) menyebabkan kemunduran Kerajaan Demak, dan munculnya kerajaan Pajang.

Setelah pusat pemerintahan Kerajaan Demak dipindahkan ke Pajang. Kekuasaan Kerajaan Demak berakhir dan berdirilah Kerajaan Pajang. Raja Pertama Pajang adalah Sultan Hadiwijaya. Selanjutnya, takhta Demak diserahkan kepada Aria Pangiri (anak Sunan Prawata) sebagai bupati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here