Tokoh Pendiri Organisasi Budi Utomo 1908

476

Pendiri Budi Utomo – Latar belakang didirikannya Budi Utomo adalah untuk menyebarnya paham nasionalisme di Indonesia, yang memunculkan organisasi modern dan lembaga-lembaga pendidikan yang mengadopsi pemikiran modern dari bangsa Barat.

Perkembangan organisasi modern ini dipengaruhi oleh munculnya kalangan berpendidikan modern dari Indonesia akibat politik etis, dan pengaruh luar seperti kemenangan Jepang atas Russia pada perang tahun 1905 yang memberikan rasa percaya diri bagi bangsa-bangsa Asia.

Tujuan dari Budi Utomo adalah untuk kemajuan yang selaras untuk negara dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, perdagangan, teknik dan industri, ilmu pengetahuan dan seni budaya bangsa Indonesia.

Tokoh Pendiri Organisasi Budi Utomo 1908

Siapa yang mendirkan Budi Utomo?

Budi Utomo didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 dan merupakan organisasi politik yang didirikan bangsa Indonesia di masa penjajahn Belanda. Budi Utomo didirikan oleh Soetomo, Gunawan, Cipto Mangunkusumo, dan R.T Ario Tirtokusumo serta Wahidin Soedirohoesodo. Budi Utomo menyelenggarakan kongres pertamanya pada bulan Mei 1908. Tokoh Budi Utomo diantaranya adalah Soetomo, Gunawan, Cipto Mangunkusumo, dan R.T Ario Tirtokusumo serta Wahidin Soedirohoesodo.

Awalnya Budi Utomo hanya menerima anggot dari kalangan Priyayi (Bangsawan) saja, namun pada tahun 1920, seiring dengan semangat pergerakan Nasional, Budi Utomo menerima anggota dari kalangan biasa.

Tujuan utama Budi Utomo adalah awalnya bukan politik, dan lebih banyak bergerak di bidang pendidikan dan kebudayaan. Misalnya dengan membentuk Dana Pelajar (Studiefonds) untuk para pelajar Indonesia. Dengan dana ini, para pelajar daat belajar di lembaga pendidikan seperti STOVIA.

Namun, secara berangsur-angsur bergeser ke arah tujuan politik dengan menempatkan perwakilan di Volksraad atau “Dewan Rakyat”, lembaga perwakilan di Hindia Belanda, yang di bentuk tahun 1918. Wakil Budi Utomo di Volksraad adalah Mas Ngabehi Dwidjosewojo, dan Raden Sastrowidjono.

Dengan mengirim perwakilannya ke Volksraad ini Budi Utomo mengambil jalan kooperatif atau kerjasama, dengan pemerintah Hindia Belanda dalam tujuannya mencapai kemerdekaan.

Volksraad ini hanya bersifat “basa-basi” karena tidak seperti parlemen sesungguhnya tidak berwenang mengambil keputusan dan kebijakan. Wewenang ini sepenuhnya dipegang Gubernur Jenderal yang diangkat langsung oleh Belanda. Karena itu Volksraad ini tidak populer dikalangan pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Selain ikut dalam volksraad, Budi Utomo mendorong pemerintah kolonial Hindia-Belanda memberlakukan milisi bumiputera, yaitu wajib militer bagi warga pribumi. Pada tahun 1935, akhirnya  Budi Utomo bergabung ke dalam Partai Indonesia Raya (Parindra). (Source: Brainly.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here